Makin Melorot, Rupiah Nyungsep ke Rp14.414 per Dolar AS

Jum'at, 03 Desember 2021 - 10:53 WIB
loading...
Makin Melorot, Rupiah...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau melemah pada perdagangan Jumat (3/12/2021) pagi. Foto/Dok SINDOnews/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali terpuruk pada perdagangan awal pagi ini, Jumat (3/12/2021). Pantauan di pasar spot Bloomberg hingga pukul 09:11 WIB, mata uang Garuda turun 16 poin atau 0,11% di harga Rp14.414 per dolar AS.

Selain rupiah, sebagian besar mata uang negara Asia terpantau bergerak variatif terhadap dolar AS, ketika indeks dolar AS naik 0,02% di level USD96,17. Yen Jepang naik 0,01% di 113,13, dolar Hong Kong stagnan di 7.7905, dan ringgit Malaysia anjlok -0,08% di 4,2315. Dolar Taiwan menguat 0,06% di 27.736, baht Thailand terpuruk -0,21% di 33.950, peso Filipina merosot -0,11% di 50,435, dan won Korea Selatan longsor -0,21% di 1.179,20.

Baca juga: Diselimuti Kecemasan Omicron, Besok Rupiah Bakal Melemah

Yuan China unggul tipis 0,04% di 6,3739, sementara sisanya menguat seperti dolar Singapura turun -0,03% di 1,3695, dan dolar Australia melesat 0,29% di 0,7073.

Sampai saat ini, pasar global masih terguncang dengan adanya kabar bahwa omicron bisa lebih menular daripada varian sebelumnya, yang mengindikasikan kembalinya pembatasan terhadap perjalanan dan mobilitas yang dapat berdampak pada pemulihan ekonomi.

AS melaporkan kasus varian pertamanya pada hari Rabu (1/12/2021) karena Australia, Inggris, Kanada, dan Jepang juga melaporkan kasus meskipun perbatasan diperketat.

Sementara itu, jumlah kasus omicron di Afrika Selatan, tempat ditemukannya varian empat pekan lalu, meningkat dua kali lipat dari Selasa hingga Rabu pekan ini, dilansir Reuters, Jumat (3/12/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rekomendasi
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Pusat Studi Kepolisian...
Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Anti-ODOL di Kalsel
QS WUR 2027, Ini 20...
QS WUR 2027, Ini 20 Universitas Terbaik di Indonesia yang Masuk Peringkat Dunia
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Dukung Program 3 Juta...
Dukung Program 3 Juta Rumah, Infiniti Land dan UI Jalin Kolaborasi
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved