ConocoPhillips Hengkang dari Blok Corridor, Pilih Investasi di Australia
Rabu, 08 Desember 2021 - 23:52 WIB
loading...
A
A
A
Dua transaksi yang dimaksudkan untuk meningkatkan segmen penting Asia-Pasifik dari portofolio globalnya yang beragam. Transaksi ini diharapkan selesai pada kuartal I 2022 dan tunduk pada persetujuan pemerintah Australia.
Produksi setahun penuh ConocoPhillips 2020 dari APLNG adalah sekitar 115 MBOED, dan distribusi tahun penuh 2021 diharapkan menjadi sekitar USD750 juta.
Terkait Blok Corridor, ConocPhilips menjual ke Medco Energi. Sebelumnya, ConocoPhilips menggenggam saham 54% dan selebihnya 35% dimiliki Transasia Pipeline Company. Adapaun penjualan aset hulu migas ke MedcoEnergi seharga USD1,355 miliar.
Aset di Blok Corridor tersebut menghasilkan sekitar 50 ribu barel setara minyak per hari (MBOED) untuk sembilan bulan yang berakhir 30 September 2021, dan memiliki cadangan terbukti akhir tahun 2020 sekitar 85 juta barel setara minyak.
"Kami bangga dengan hampir 50 tahun sejarah kami di Indonesia. Namun kami juga senang memiliki kesempatan untuk secara efektif menggunakan hasil dari penjualan aset kami di Indonesia untuk kepentingan kepemilikan saham tambahan di APLNG, yang memasok LNG ke pembeli jangka panjang di China dan Jepang," kata dia.
Produksi setahun penuh ConocoPhillips 2020 dari APLNG adalah sekitar 115 MBOED, dan distribusi tahun penuh 2021 diharapkan menjadi sekitar USD750 juta.
Terkait Blok Corridor, ConocPhilips menjual ke Medco Energi. Sebelumnya, ConocoPhilips menggenggam saham 54% dan selebihnya 35% dimiliki Transasia Pipeline Company. Adapaun penjualan aset hulu migas ke MedcoEnergi seharga USD1,355 miliar.
Aset di Blok Corridor tersebut menghasilkan sekitar 50 ribu barel setara minyak per hari (MBOED) untuk sembilan bulan yang berakhir 30 September 2021, dan memiliki cadangan terbukti akhir tahun 2020 sekitar 85 juta barel setara minyak.
"Kami bangga dengan hampir 50 tahun sejarah kami di Indonesia. Namun kami juga senang memiliki kesempatan untuk secara efektif menggunakan hasil dari penjualan aset kami di Indonesia untuk kepentingan kepemilikan saham tambahan di APLNG, yang memasok LNG ke pembeli jangka panjang di China dan Jepang," kata dia.
Lihat Juga :