Kinerja Solid, Saham Anak Usaha Grup Lippo Ini Pekan Lalu Naik Dua Digit
Senin, 08 Juni 2020 - 13:33 WIB
loading...
A
A
A
(Baca Juga: Pendapatan Lippo Karawaci Tembus Rp12,25 Triliun)
Jumat (5/6), harga saham LPCK menguat 4,61% ke Rp795 per saham. Meski naik tipis, karena LPCK memiliki likuditas kuat, maka dari sisi pergerakan saham paling menarik. Pasalnya, LPCK secara teknikal sudah membentuk tren naik sejak pertengahan Mei lalu dan terus berlanjut hingga saat ini.
Sementara itu, saham LPKR hari ini, Senin (8/6), juga dibuka menghijau di Rp184,00 per lembar saham, naik 1,66% dibanding pada penutupan Jumat.
Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas menilai LPKR yang memiliki bisnis inti di sektor properti dan juga kesehatan akan memiliki kinerja positif dalam jangka panjang. Animo di kedua bisnis sektor itu memang cukup baik. Sektor kesehatan dianggap menarik karena merupakan segmen bisnis yang saat ini benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Yang pasti, kata dia, pelonggaran pembatasan sosial serta berlakunya kenormalan baru, akan menimbulkan optimisme dan memungkinkan kinerja operasional mal dan sektor properti berangsur pulih. Hal ini sejalan dengan membaiknya konsumsi masyarakat. Kesehatan emiten dengan proporsi recurring income yang besar menjadi kekuatan terbesar LPKR.
Jumat (5/6), harga saham LPCK menguat 4,61% ke Rp795 per saham. Meski naik tipis, karena LPCK memiliki likuditas kuat, maka dari sisi pergerakan saham paling menarik. Pasalnya, LPCK secara teknikal sudah membentuk tren naik sejak pertengahan Mei lalu dan terus berlanjut hingga saat ini.
Sementara itu, saham LPKR hari ini, Senin (8/6), juga dibuka menghijau di Rp184,00 per lembar saham, naik 1,66% dibanding pada penutupan Jumat.
Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas menilai LPKR yang memiliki bisnis inti di sektor properti dan juga kesehatan akan memiliki kinerja positif dalam jangka panjang. Animo di kedua bisnis sektor itu memang cukup baik. Sektor kesehatan dianggap menarik karena merupakan segmen bisnis yang saat ini benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Yang pasti, kata dia, pelonggaran pembatasan sosial serta berlakunya kenormalan baru, akan menimbulkan optimisme dan memungkinkan kinerja operasional mal dan sektor properti berangsur pulih. Hal ini sejalan dengan membaiknya konsumsi masyarakat. Kesehatan emiten dengan proporsi recurring income yang besar menjadi kekuatan terbesar LPKR.
(fjo)
Lihat Juga :