Capai 1,2 Juta Orang dan Suka Belanja, Jemaah Umrah RI Sokong Ekonomi Arab Saudi
Kamis, 09 Desember 2021 - 15:10 WIB
loading...
Jemaah umrah Indonesia merupakan jemaah terbesar kedua setelah Pakistan. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah Eko Hartono mengatakan, jemaah umrah Indonesia merupakan jemaah terbesar kedua setelah Pakistan. Setiap tahun Pakistan mengirim sekitar 1,5 juta jemaah umrah. Sementara Indonesia mengirim sekitar 1,2 juta jemaah umrah.
"Jemaah umrah Indonesia itu nomor 2 terbesar setelah Pakistan. Data tahun 2019, jumlah jemaah umrah kita tercatat 1,2 juta," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Kamis (9/12/2021).
Baca juga: Kurang dari 100 Orang, Biaya Umrah Membengkak sampai Rp45 Juta
Menurut Eko, yang membedakan antara jemaah umrah Indonesia dengan Pakistan adalah kemampuan daya beli orang Indonesia yang lebih tinggi. Hal ini membuat orang Indonesia lebih banyak menghabiskan uang di sana dibanding orang Pakistan.
"Spending orang Indonesia lebih tinggi dari Pakistan baik itu akomodasi, konsumsi, dan lainnya. Hotel-hotel utama di Mekkah dan Madinah juga banyak dihuni oleh jemaah kita untuk hotel bintang 4 dan 5. Ini yang sangat menyokong perekonomian Arab Saudi," ungkapnya.
Dia melanjutkan, meski saat ini ada sekitar 16 negara yang telah mengirim jemaah umrah dengan jumlah total sekitar 111.000 jemaah, namun dampak ekonominya terhadap Arab Saudi belum terasa.
Baca juga: Raja Salman Sembunyi di Istana Gurun Arab Saudi 482 Hari, Ada Apa?
"Sebelum lima negara besar, yaitu Pakistan, Indonesia, Mesir, India, dan Turki belum datang, itu dampaknya belum akan banyak. Dampak ekonominya terhadap Saudi belum akan terasa walaupun sudah lumayan dari jemaah negara lain dan juga jemaah lokal. Terutama Indonesia sebagai pengirim terbesar kedua," jelasnya.
Menurut Eko, info dari lapangan jemaah dari Pakistan juga belum datang karena mereka masih melihat kembali dengan adanya peningkatan biaya umrah ini.
"Indonesia nanti Insha Allah pertengahan Desember ini sudah mulai datang. Itu yang menyebabkan bahwa pihak Saudi sangat berharap agar jemaah umrah Indonesia segera datang untuk segera menggerakkan ekonomi," tuturnya.
"Jemaah umrah Indonesia itu nomor 2 terbesar setelah Pakistan. Data tahun 2019, jumlah jemaah umrah kita tercatat 1,2 juta," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Kamis (9/12/2021).
Baca juga: Kurang dari 100 Orang, Biaya Umrah Membengkak sampai Rp45 Juta
Menurut Eko, yang membedakan antara jemaah umrah Indonesia dengan Pakistan adalah kemampuan daya beli orang Indonesia yang lebih tinggi. Hal ini membuat orang Indonesia lebih banyak menghabiskan uang di sana dibanding orang Pakistan.
"Spending orang Indonesia lebih tinggi dari Pakistan baik itu akomodasi, konsumsi, dan lainnya. Hotel-hotel utama di Mekkah dan Madinah juga banyak dihuni oleh jemaah kita untuk hotel bintang 4 dan 5. Ini yang sangat menyokong perekonomian Arab Saudi," ungkapnya.
Dia melanjutkan, meski saat ini ada sekitar 16 negara yang telah mengirim jemaah umrah dengan jumlah total sekitar 111.000 jemaah, namun dampak ekonominya terhadap Arab Saudi belum terasa.
Baca juga: Raja Salman Sembunyi di Istana Gurun Arab Saudi 482 Hari, Ada Apa?
"Sebelum lima negara besar, yaitu Pakistan, Indonesia, Mesir, India, dan Turki belum datang, itu dampaknya belum akan banyak. Dampak ekonominya terhadap Saudi belum akan terasa walaupun sudah lumayan dari jemaah negara lain dan juga jemaah lokal. Terutama Indonesia sebagai pengirim terbesar kedua," jelasnya.
Menurut Eko, info dari lapangan jemaah dari Pakistan juga belum datang karena mereka masih melihat kembali dengan adanya peningkatan biaya umrah ini.
"Indonesia nanti Insha Allah pertengahan Desember ini sudah mulai datang. Itu yang menyebabkan bahwa pihak Saudi sangat berharap agar jemaah umrah Indonesia segera datang untuk segera menggerakkan ekonomi," tuturnya.
(ind)
Lihat Juga :