Bangun Ekonomi Umat lewat Program Community Based Santripreneurship

Jum'at, 10 Desember 2021 - 07:52 WIB
loading...
Bangun Ekonomi Umat...
Membangun ekonomi keumatan, Ketua Sentra pengembangan ekonomi pesantren (Spektren) Ahmad Syaudi Maruf Amin meluncurkan produk ekosistem ekonomi yang disebut Community Based Santripreneurship (CBS). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Membangun ekonomi keumatan , Ketua Sentra pengembangan ekonomi pesantren (Spektren) Ahmad Syaudi Maruf Amin meluncurkan produk ekosistem ekonomi yang disebut Community Based Santripreneurship(CBS).

Program itu dikerjakan dengan menggandeng lembaga pengembangan ekonomi Santri Milenial Centre (Simac). Pria yang karib disapa Gus Syauqi ini menjelaskan, program CBS dibentuk untuk dijadikan sentrum ekonomi pesantren yang terintegrasi.

Baca Juga: Sandiaga Harapkan 'Santripreneur Award' Bisa Jadi Pionir Pengembangan Kewirausahaan

Ia berharap, program gerakan ekonomi melalui CBS ini akan mampu menjadi agregator produk santri dan pesantren di Indonesia.

"Kemandirian ekonomi tidak akan bisa kokoh kalau tidak dibangun secara tersinergi. Kita akan berantem sendiri, inilah pentingnya sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak," demikian penjelasan Syauqi saat launching CBS di Ponpes Technopreneur As Shofa, di Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (9/12).

Syauqi juga menyinggung pandangan Wapres Maruf Amin bahwa seorang santri tidak boleh hidup dengan berbasis pada khittah (garis pemikiran) tetapi juga harus menerapkan khutwah (cara bergerak).

"Santri bukan hanya berbasiskan khittah (garis pemikirannya saja) tapi juga khutwah yakni garis cara bergeraknya. Dan hal ini harus bergerak bersama-sama," terang Syauqi.

Sementara itu, Presiden Simac, Nur Rohman menyatakan, pesantren memiliki tugas strategis. Ia berpandangan pesantren tidak hanya mendidik santri, mendidik masyarakat dan dakwah Islam rahmatan lil alamin.

Rohman meyakini bahwa pesantren memiliki tugas lama yang harus dikerjakan hingga saat ini, yakni mengembangkan ekonomi keumatan.

Produk Program CBS yang dibuat oleh santri, dikatakan Rohman, adalah bentuk ikhtiyar santri dalam menjawab tantangan masalah ekonomi umat.

"Ekosistem CBS insyallah akan menjadi semangat bahwa santri pesantren juga punya andil besar dalam membangun ekonomi keumatan," demikian kata pengasuh Pesantren Technopreneur As Shofa ini.

Baca Juga: Ketua DPD RI: Santripreneur Jadi Kekuatan Produk Halal Indonesia

Untuk diketahui, CBS dibentuk untuk membangun kemandirian ekonomi umat melalui integrasi ekonomi melalui bisnis ritel. Ekosistem yang dibangun dalam CBS terdiri produk penyediaan barang dan jasa. Dengan sumber modal dari investor, CSR, pemerintah dan BUMN.

Untuk target pasarnya adalah warung, pesantren, masyarakat, masjid dan pemerintah.Sebagai agregator produk, saat ini CBS telah memiliki 5 ribu jaringan yang sudah berjalan dengan produk unggulannya Kopi Abah.

Acara launcing Produk CBS ini dihadiri secara virtual oleh Wakil Presiden Maruf Amin, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Untuk tokoh yang hadir langsung di lokasi diantaranya: perwakilan Kemenko Perekonomian, Ulama Banten dan para aktivis pengembangan ekonomi pesantren.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ramadan 1447 H, BSI...
Ramadan 1447 H, BSI Maslahat Jangkau 145 Ribu Penerima Manfaat
Ajak Gen Z Berbagi,...
Ajak Gen Z Berbagi, DT Peduli Perkuat Solidaritas Ekonomi Umat
Indonesia Tertinggal...
Indonesia Tertinggal dari Negara Tetangga, Rasio Kewirausahaan Baru 3,2%
Menkop Ferry Juliantono:...
Menkop Ferry Juliantono: Koperasi Harus Jadi Tulang Punggung Kemakmuran Bangsa
Kementerian PU Gelar...
Kementerian PU Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi di Ponpes Lirboyo
Kisah Inspiratif Bang...
Kisah Inspiratif Bang RAN, dari Jerat Utang Trading Kini Bangun Komunitas Gratis
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
Workshop Pengasuh Bahas...
Workshop Pengasuh Bahas Strategi Pesantren Tetap Berkembang di Era Disrupsi
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Rekomendasi
Tiga Lulusan Kedokteran...
Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
Berita Terkini
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved