Waspada! Harga-harga Bahan Pokok Mulai Meroket di Akhir Tahun
Jum'at, 10 Desember 2021 - 11:12 WIB
loading...
Jelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) beberapa harga bahan pokok (Bapok) melonjak dari hari ke hari. Seperti semua jenis cabai, bawang-bawangan serta minyak goreng. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Jelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 ( Nataru ) beberapa harga bahan pokok (Bapok) melonjak dari hari ke hari. Seperti semua jenis cabai, bawang-bawangan serta minyak goreng .
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, naiknya harga bapok dipasaran akan melemahkan daya beli masyarakat. Selain itu bisa membuat orang jadi rentan jatuh di bawah garis kemiskinan.
"Efek dari naiknya harga bahan pokok akan menimbulkan pelemahan daya beli masyarakat dan bisa membuat orang jadi rentan jatuh di bawah garis kemiskinan," kata Bhima kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (10/12/2021).
Baca Juga: Pemkot Bekasi Jamin Harga Bahan Pokok Terkendali hingga Natal dan Tahun Baru
Dia juga menuturkan, bahwa kenaikan harga bapok ini sangat membebani masyarakat. Terlebih kondisi ekonomi masyarakat masih tertekan di masa pandemi.
"Efek naiknya harga bahan pokok sudah sangat membebani masyarakat. Contohnya harga minyak goreng di retail naik sampai 4.000-8.000 rupiah per liter. Kenaikan bisa sampai 25-30% padahal pendapatan masyarakat saja kan masih tertekan terutama kelompok menengah bawah," ucapnya.
Bhima juga bilang, bencana alam dipenghujung tahun menjadi ancaman untuk naiknya harga-harga bahan pokok. Oleh sebab itu, kata dia, hal ini perlu diantisipasi agar kenaikan harga tidak melambung di awal 2022 mendatang.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, naiknya harga bapok dipasaran akan melemahkan daya beli masyarakat. Selain itu bisa membuat orang jadi rentan jatuh di bawah garis kemiskinan.
"Efek dari naiknya harga bahan pokok akan menimbulkan pelemahan daya beli masyarakat dan bisa membuat orang jadi rentan jatuh di bawah garis kemiskinan," kata Bhima kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (10/12/2021).
Baca Juga: Pemkot Bekasi Jamin Harga Bahan Pokok Terkendali hingga Natal dan Tahun Baru
Dia juga menuturkan, bahwa kenaikan harga bapok ini sangat membebani masyarakat. Terlebih kondisi ekonomi masyarakat masih tertekan di masa pandemi.
"Efek naiknya harga bahan pokok sudah sangat membebani masyarakat. Contohnya harga minyak goreng di retail naik sampai 4.000-8.000 rupiah per liter. Kenaikan bisa sampai 25-30% padahal pendapatan masyarakat saja kan masih tertekan terutama kelompok menengah bawah," ucapnya.
Bhima juga bilang, bencana alam dipenghujung tahun menjadi ancaman untuk naiknya harga-harga bahan pokok. Oleh sebab itu, kata dia, hal ini perlu diantisipasi agar kenaikan harga tidak melambung di awal 2022 mendatang.
Lihat Juga :