Jadi Anggota Dewan IMO, Indonesia Angkat 3 Isu Maritim
Minggu, 12 Desember 2021 - 23:59 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Dahsyat! Jenderal Top AS Puji Kehebatan Kopassus: Sorot Mata Prajurit Pancarkan Keberanian
Sebagai informasi, organisasi IMO yang nama sebelumnya adalah IMCO berdiri sejak tahun 1959, merupakan organisasi di bawah Perserikatan Bangsa bangsa (PBB) yang bertanggung jawab dalam bidang keselamatan dan keamanan pelayaran. Dewan IMO terdiri dari 40 negara, meliputi 10 Negara Kategori A, 10 Negara Kategoi B, dan 20 Negara Kategori C, dari total 174 negara.
Peran Indonesia sebagai Dewan IMO sangat penting dan memiliki posisi tawar yang tinggi serta strategis dalam menentukan arah kebijakan serta penyusunan aturan maritim internasional, khususnya dalam kapasitasnya sebagai anggota Dewan IMO Kategori C yang merupakan perwakilan dari negara-negara yang mempunyai kepentingan khusus dalam transportasi laut dan maritim serta mewakili semua wilayah geografis utama dunia.
"Agar Indonesia tetap terlibat secara langsung melalui IMO dalam memelihara terciptanya keselamatan dan keamanan pelayaran internasional sehingga pada akhirnya dapat memberi kontribusi kemajuan nasional," kata Budhi.
Sebagai informasi, organisasi IMO yang nama sebelumnya adalah IMCO berdiri sejak tahun 1959, merupakan organisasi di bawah Perserikatan Bangsa bangsa (PBB) yang bertanggung jawab dalam bidang keselamatan dan keamanan pelayaran. Dewan IMO terdiri dari 40 negara, meliputi 10 Negara Kategori A, 10 Negara Kategoi B, dan 20 Negara Kategori C, dari total 174 negara.
Peran Indonesia sebagai Dewan IMO sangat penting dan memiliki posisi tawar yang tinggi serta strategis dalam menentukan arah kebijakan serta penyusunan aturan maritim internasional, khususnya dalam kapasitasnya sebagai anggota Dewan IMO Kategori C yang merupakan perwakilan dari negara-negara yang mempunyai kepentingan khusus dalam transportasi laut dan maritim serta mewakili semua wilayah geografis utama dunia.
"Agar Indonesia tetap terlibat secara langsung melalui IMO dalam memelihara terciptanya keselamatan dan keamanan pelayaran internasional sehingga pada akhirnya dapat memberi kontribusi kemajuan nasional," kata Budhi.
(fai)
Lihat Juga :