Sri Mulyani Bicara Soal Kesepian yang Bakal Melanda pada 2045
Senin, 13 Desember 2021 - 14:39 WIB
loading...
Menurut Sri Mulyani teknologi digital bisa membuat masyarakat kesepian. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, perkembangan digital akan bergerak cepat dan impersonal. Bahkan menurutnya, ada kemungkinan kedekatan personal tidak lagi nyata tetapi difasilitasi secara virtual sehingga bisa membuat orang kesepian.
Baca juga: Sri Mulyani Sebut pada 2025 Nilai Transaksi Pembayaran Digital Indonesia Capai Rp17 Ribu Triliun
"Saya khawatir 2045 banyak orang kesepian juga karena mereka tidak bisa masuk ke dunia 3 dimention virtual world. Dia left out di dunia reality dan kemudian dia tidak bisa enggage (melibatkan diri)," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (13/12/2021).
Lanjutnya, kemudahan-kemudahan yang ditawarkan teknologi digital harus diikuti dengan pengaturan dan pengawasan yang sesuai dengan tetap melindungi konsumen. Namun tidak mengkerdilkan industri fintech itu sendiri.
"Komunikasi dan terus feedback dan masukan dari para pelaku menjadi sangat-sangat penting. Karena kita semuanya sedang terus memformulasikan kebijakan yang terbaik di dalam menghadapi perubahan teknologi yang begitu masih sangat dinamis dan cepat,” kata Menkeu.
Dia menambahkan peran fintech dan digital teknologi di dalam mentransformasikan ekonomi Indonesia sangat penting. Pengembangan kebijakan dan regulasi perlu terus dilakukan untuk memupuk potensi yang luar biasa dari teknologi digital dan juga fintech, namun tetap menjaga keamanan data dan keselamatan dari masyarakat terhadap hal-hal yang sifatnya kriminal dan distortif.
Baca juga: Makin Tak Menentu, Produksi Toyota Land Cruiser Baru Dihentikan
“Mari kita bersama-sama membangun fintech dan teknologi digital untuk bisa memberi manfaat yang seluas-luasnya dan sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia, dan mendukung transformasi ekonomi Indonesia agar makin produktif, inovatif, dan kompetitif,”tandasnya.
Baca juga: Sri Mulyani Sebut pada 2025 Nilai Transaksi Pembayaran Digital Indonesia Capai Rp17 Ribu Triliun
"Saya khawatir 2045 banyak orang kesepian juga karena mereka tidak bisa masuk ke dunia 3 dimention virtual world. Dia left out di dunia reality dan kemudian dia tidak bisa enggage (melibatkan diri)," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (13/12/2021).
Lanjutnya, kemudahan-kemudahan yang ditawarkan teknologi digital harus diikuti dengan pengaturan dan pengawasan yang sesuai dengan tetap melindungi konsumen. Namun tidak mengkerdilkan industri fintech itu sendiri.
"Komunikasi dan terus feedback dan masukan dari para pelaku menjadi sangat-sangat penting. Karena kita semuanya sedang terus memformulasikan kebijakan yang terbaik di dalam menghadapi perubahan teknologi yang begitu masih sangat dinamis dan cepat,” kata Menkeu.
Dia menambahkan peran fintech dan digital teknologi di dalam mentransformasikan ekonomi Indonesia sangat penting. Pengembangan kebijakan dan regulasi perlu terus dilakukan untuk memupuk potensi yang luar biasa dari teknologi digital dan juga fintech, namun tetap menjaga keamanan data dan keselamatan dari masyarakat terhadap hal-hal yang sifatnya kriminal dan distortif.
Baca juga: Makin Tak Menentu, Produksi Toyota Land Cruiser Baru Dihentikan
“Mari kita bersama-sama membangun fintech dan teknologi digital untuk bisa memberi manfaat yang seluas-luasnya dan sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia, dan mendukung transformasi ekonomi Indonesia agar makin produktif, inovatif, dan kompetitif,”tandasnya.
(uka)
Lihat Juga :