Ngopi di Kedai Engga Cuma Melibatkan Kebutuhan Dosis Kafein
Senin, 13 Desember 2021 - 12:45 WIB
loading...
Menyeruput kopi di kedai sudah menjadi gaya hidup dan menjadi kebutuhan bagi generasi milenial. Namun hal yang turut menjadi sorotan adalah aktivitas minum kopi di kedai kopi biasanya erat dengan kebiasaan merokok. Foto/Isra Triansyah
A
A
A
JAKARTA - Menyeruput kopi di kedai sudah menjadi gaya hidup dan menjadi kebutuhan bagi generasi milenial. Namun hal yang turut menjadi sorotan adalah aktivitas minum kopi di kedai kopi biasanya erat dengan kebiasaan merokok .
“Salah satu penyebab perubahan tren budaya ngopi di kedai kopi di tengah masyarakat urban adalah harga kopi yang kian terjangkau, kepraktisan dalam penyajian serta keragaman rasa yang disesuaikan dengan selera konsumen, padahal tadinya cukup dengan menyeduh kopi instan di rumah," ungkap Co Founder Barista, Harry Stiadi.
Baca Juga: Potret Sri Mulyani Menyeruput Kopi di Sela Seminar Presidensi G20
Hal ini dibahas dalam acara virtual bertajuk 'Budaya Pecinta Kopi dan Gaya Hidup Urban di Kedai Kopi'. Virtual event ini diselenggarakan oleh komunitas pecinta kopi, Barista Indonesia bekerjasama dengan Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR).
Selain untuk bertukar referensi antar sesama barista dan pecinta kopi dalam menghadapi pertumbuhan kedai kopi yang sangat kompetitif di Indonesia. Ajang ini juga mensosialisasikan kesadaran akan pengurangan risiko bahaya yang sebetulnya dapat dikelola dan bahkan dikurangi melalui berbagai cara, seperti dengan menerapkan konsep pengurangan bahaya atau harm reduction.
Dwi Kurnia, owner Notificoffee menambahkan,intensi yang melatarbelakangi pengunjung untuk datang ke kedai kopi ternyata tidak hanya untuk minum kopi saja, tapi rehat/santai, bertemu teman dan pekerjaan.
“Salah satu penyebab perubahan tren budaya ngopi di kedai kopi di tengah masyarakat urban adalah harga kopi yang kian terjangkau, kepraktisan dalam penyajian serta keragaman rasa yang disesuaikan dengan selera konsumen, padahal tadinya cukup dengan menyeduh kopi instan di rumah," ungkap Co Founder Barista, Harry Stiadi.
Baca Juga: Potret Sri Mulyani Menyeruput Kopi di Sela Seminar Presidensi G20
Hal ini dibahas dalam acara virtual bertajuk 'Budaya Pecinta Kopi dan Gaya Hidup Urban di Kedai Kopi'. Virtual event ini diselenggarakan oleh komunitas pecinta kopi, Barista Indonesia bekerjasama dengan Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR).
Selain untuk bertukar referensi antar sesama barista dan pecinta kopi dalam menghadapi pertumbuhan kedai kopi yang sangat kompetitif di Indonesia. Ajang ini juga mensosialisasikan kesadaran akan pengurangan risiko bahaya yang sebetulnya dapat dikelola dan bahkan dikurangi melalui berbagai cara, seperti dengan menerapkan konsep pengurangan bahaya atau harm reduction.
Dwi Kurnia, owner Notificoffee menambahkan,intensi yang melatarbelakangi pengunjung untuk datang ke kedai kopi ternyata tidak hanya untuk minum kopi saja, tapi rehat/santai, bertemu teman dan pekerjaan.
Lihat Juga :