Ngopi di Kedai Engga Cuma Melibatkan Kebutuhan Dosis Kafein
Senin, 13 Desember 2021 - 12:45 WIB
loading...
A
A
A
“Bahwa meminum kopi tidak hanya melibatkan kebutuhan dosis kafein belaka, melainkan adalah kegiatan psikis yang mengukuhkan identitas individu atau komunitas di dalamnya. Lewat ruang visual kedai kopi tidak hanya mencitrakan bahwa kedai kopi mereka unik, tetapi pelanggan yang datang akan merasa bahwa mereka juga termasuk dalam golongan tertentu yang tidak dapat disamakan dengan komunitas lainnya," ungkap Dwi.
Salah satu hal yang turut menjadi sorotan dalam acara virtual event tersebut adalah aktivitas minum kopi di kedai kopi biasanya erat dengan kebiasaan merokok. Bagi pengunjung yang merokok, rokok dianggap cocok sebagai teman bersantai sambil ngobrol di kedai kopi.
Rokok bukan hanya menjadi kebiasaan saja, tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi pengunjung yang merokok. Dwi mengatakan, karena saat ini berkunjung ke kedai kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup urban.
Dimana perokok dan non perokok bisa jadi berkumpul dalam satu ruangan dan non perokok dituntut menjadi lebih toleran, meski mereka menyadari bahaya risiko yang terjadi.
Senada dengan itu, Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR), Ariyo Bimmo mengatakan, Perokok dan non-perokok sebenarnya mengetahui akan dampak buruk rokok bagi kesehatan, namun mengabaikan dan menyepelekan hal tersebut.
“Ini karena perilaku hidup tidak sehat juga sangat dipengaruhi oleh sosio-kultural. Lingkungan sosial adalah salah satu faktor yang membuat masyarakat terbiasa untuk minum kopi di kedai kopi sambil merokok.”
Salah satu hal yang turut menjadi sorotan dalam acara virtual event tersebut adalah aktivitas minum kopi di kedai kopi biasanya erat dengan kebiasaan merokok. Bagi pengunjung yang merokok, rokok dianggap cocok sebagai teman bersantai sambil ngobrol di kedai kopi.
Rokok bukan hanya menjadi kebiasaan saja, tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi pengunjung yang merokok. Dwi mengatakan, karena saat ini berkunjung ke kedai kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup urban.
Dimana perokok dan non perokok bisa jadi berkumpul dalam satu ruangan dan non perokok dituntut menjadi lebih toleran, meski mereka menyadari bahaya risiko yang terjadi.
Senada dengan itu, Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR), Ariyo Bimmo mengatakan, Perokok dan non-perokok sebenarnya mengetahui akan dampak buruk rokok bagi kesehatan, namun mengabaikan dan menyepelekan hal tersebut.
“Ini karena perilaku hidup tidak sehat juga sangat dipengaruhi oleh sosio-kultural. Lingkungan sosial adalah salah satu faktor yang membuat masyarakat terbiasa untuk minum kopi di kedai kopi sambil merokok.”
Lihat Juga :