383 UMKM Dikawinkan dengan Usaha Besar, Bahlil: Ini Kesempatan!
Minggu, 19 Desember 2021 - 09:18 WIB
loading...
Arahan langsung dari Presiden RI Joko Widodo, Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengkawinkan 383 UMKM dengan usaha besar agar bisa cepat naik kelas. Foto/Dok
A
A
A
BALI - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memfasilitasi Penandatanganan Komitmen Kerja Sama dalam Program Kolaborasi Penanaman Modal Asing (PMA)/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM ).
Penandatanganan komitmen tersebut dilakukan oleh perwakilan 15 Usaha Besar (UB) dan 24 UMKM yang disaksikan langsung oleh Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia .
Baca Juga: Menteri Bahlil Pede Target Investasi Rp900 Triliun Bakal Tercapai
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia menyampaikan, bahwa program kolaborasi ini merupakan arahan langsung dari Presiden RI Joko Widodo. Hal ini dilakukan dalam rangka menciptakan dunia usaha baru di daerah-daerah dan meningkatkan kualitas serta daya saing UMKM.
“UMKM harus didorong melakukan kolaborasi. Kalau tidak diberikan kesempatan, susah untuk 'naik kelas'. Jangan berpikir kualitas mereka tidak mampu. Kewajiban kita lah untuk membina mereka. Target kita tahun 2022, minimal Rp5 triliun,” ujar Bahlil di Jakarta, Minggu (19/12/2021).
Bahlil juga menjelaskan, bahwa pemerintah telah membuka kesempatan dalam rangka menciptakan pelaku usaha baru di daerah, yaitu melalui kemudahan perizinan investasi dengan adanya sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko dan akses kolaborasi UMKM dengan investor besar baik PMA maupun PMDN.
Penandatanganan komitmen tersebut dilakukan oleh perwakilan 15 Usaha Besar (UB) dan 24 UMKM yang disaksikan langsung oleh Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia .
Baca Juga: Menteri Bahlil Pede Target Investasi Rp900 Triliun Bakal Tercapai
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia menyampaikan, bahwa program kolaborasi ini merupakan arahan langsung dari Presiden RI Joko Widodo. Hal ini dilakukan dalam rangka menciptakan dunia usaha baru di daerah-daerah dan meningkatkan kualitas serta daya saing UMKM.
“UMKM harus didorong melakukan kolaborasi. Kalau tidak diberikan kesempatan, susah untuk 'naik kelas'. Jangan berpikir kualitas mereka tidak mampu. Kewajiban kita lah untuk membina mereka. Target kita tahun 2022, minimal Rp5 triliun,” ujar Bahlil di Jakarta, Minggu (19/12/2021).
Bahlil juga menjelaskan, bahwa pemerintah telah membuka kesempatan dalam rangka menciptakan pelaku usaha baru di daerah, yaitu melalui kemudahan perizinan investasi dengan adanya sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko dan akses kolaborasi UMKM dengan investor besar baik PMA maupun PMDN.
Lihat Juga :