Pembiayaan Alat Berat Dinilai Masih Menjanjikan, Langkah Strategi Disiapkan
Minggu, 19 Desember 2021 - 15:32 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas dan Daya Saing SDM, Kemnaker Gelar Pelatihan Mekanik Alat Berat
IBF mengalami negative ekuitas sebesar Rp. 398,6 Milyar yang disebabkan oleh pembebanan impairment atas debitur-debitur Non Performing Financing. Namun di tahun 2022, Perseroan optimis mendapatkan sumber pendanaan baru dari calon investor strategis sehingga berdampak pula terhadap perbaikan kondisi keuangan IBF.
“Kami saat ini menyusun langkah strategis yang akan dilakukan di tahun 2022 yaitu dengan menggandeng investor baru untuk memperkuat struktur permodalan IBF. Pendanaan baru dari calon investor diharapkan selesai pada akhir 2022," ujar Direktur Keuangan IBF Alexander Reyza.
"Dengan adanya sumber pendanaan baru, IBF kembali dapat memberikan fasilitas pembiayaan baru serta melakukan kerjasama pabrikan alat-alat berat untuk mencapai target penyaluran fasilitas pembiayaan baru dan rasio-rasio keuangan terkait permodalan yang disyaratkan oleh OJK dapat terpenuhi," sambungnya.
IBF mengalami negative ekuitas sebesar Rp. 398,6 Milyar yang disebabkan oleh pembebanan impairment atas debitur-debitur Non Performing Financing. Namun di tahun 2022, Perseroan optimis mendapatkan sumber pendanaan baru dari calon investor strategis sehingga berdampak pula terhadap perbaikan kondisi keuangan IBF.
“Kami saat ini menyusun langkah strategis yang akan dilakukan di tahun 2022 yaitu dengan menggandeng investor baru untuk memperkuat struktur permodalan IBF. Pendanaan baru dari calon investor diharapkan selesai pada akhir 2022," ujar Direktur Keuangan IBF Alexander Reyza.
"Dengan adanya sumber pendanaan baru, IBF kembali dapat memberikan fasilitas pembiayaan baru serta melakukan kerjasama pabrikan alat-alat berat untuk mencapai target penyaluran fasilitas pembiayaan baru dan rasio-rasio keuangan terkait permodalan yang disyaratkan oleh OJK dapat terpenuhi," sambungnya.
(akr)
Lihat Juga :