Menko Luhut Sebut Masa Karantina Bisa Diperpanjang 14 Hari

Senin, 20 Desember 2021 - 18:20 WIB
loading...
Menko Luhut Sebut Masa...
Menko Luhut menyatakan pemerintah tengah mempertimbangkan memperpanjang masa karantina. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut B. Pandjaitan menegaskan pemerintah telah mempertimbangkan untuk memperpanjang masa karantina menjadi 14 hari, dari sebelumnya 10 hari. Menurut Luhut, langkah itu dilakukan jika varian Omicron semakin luas menyebar.

Baca juga: Luhut: Perkembangan Omicron Kunci Pemulihan Ekonomi di 2022

“Pemerintah sangat mempertimbangkan untuk meningkatkan masa karantina menjadi 14 hari jika penyebaran varian Omicron semakin meluas,” kata Menko Luhut dalam konferensi evaluasi PPKM, Senin (20/12/2021).

Luhut menambahkan, penelitian menujukkan Omicron menyebar lebih cepat, sebagaimana yang terjadi di Inggris (UK). Penyebaran yang cepat itu bisa berdampak besar terhadap penanganan kesehatan, terutama di rumah sakit.

“Masih banyak yang kita tidak ketahui tentang varian Omicron. Penelitian yang ada menunjukkan varian ini menyebar lebih cepat. Meski kemungkinan (dampaknya) lebih ringan, tetap berisiko meningkatkan perawatan sebagaimana yang terjadi di UK,” ujarnya.

Makanya, lanjut Luhut, pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri yang tidak esensial. Tujuannya, untuk membantu menekan penyebaran varian Omicron.

Luhut menegaskan bahwa meski sudah ditemukan varian Omicron, namun hingga saat ini kasus Covid-19 di Indonesia masih berada pada tingkat yang rendah.

Baca juga: Eks Kapten Malaysia Syok Indonesia Menang 4-1: Harimau Malaya Memang Tak Layak!

“Terkait dengan perkembangan kasus Omicron yang terjadi di Indonesia dapat kami informasikan bahwa kasus Covid-19 masih berada pada tingkat yang rendah pasca-ditemukan kasus pertama Omicron di Indonesia,” tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Rupiah Nyungsep ke Rp17.667/USD,...
Rupiah Nyungsep ke Rp17.667/USD, Luhut Ingatkan OJK Punya Tugas Tambahan
Luhut Buka Suara Soal...
Luhut Buka Suara Soal Gonjang-ganjing Bursa Saham RI: Investor Global Masih Wait and See
Prabowo dan Luhut Bertemu...
Prabowo dan Luhut Bertemu Empat Mata di Istana, Ini yang Dibahas
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Rahasia Dandy & Ozi...
Rahasia Dandy & Ozi selama Karantina Idol Terbongkar, Sampai Selundupkan Barang Ini!
Prabowo Subianto Kunjungi...
Prabowo Subianto Kunjungi Luhut Binsar Pandjaitan di Hari Natal
Rekomendasi
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Hingga Juli 2024 14...
Hingga Juli 2024 14 Bank Bangkrut, OJK Sebut Bakal Berlanjut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved