Transformasi Teknologi Jadi Kunci Korporasi di Tengah Ketidakpastian
Selasa, 21 Desember 2021 - 14:45 WIB
loading...
Bramantyo Djohanputro, Ketua PPM School of Management. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Transformasi teknologi merupakan sebuah keharusan yang harus disongsong oleh dunia usaha. Apalagi di tengah era pandemi yang mengakibatkan munculnya berbagai ketidakpastian.
"Saat ini kita sedang berada dalam gelombang VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity), yang menjadikan transformasi menjadi kata kunci untuk korporasi terus bisa tumbuh dan berkembang," kata Bramantyo Djohanputro, Ketua PPM School of Management, saat webinar dengan tema "Leadership Transformation in Technology, Milenial and Pandemic Disruption", dikutip Selasa (21/12/2021).
Baca juga: Dirut Baru PLN Siap Lanjutkan Tranformasi, Transisi Energi hingga Atasi Oversupply Listrik
Bramantyo menambahkan saat ini green economy, blue economy, sustainable development goals, social economy, tengah menjadi pembicaraan, termasuk di Indonesia. Semua perilaku ekonomi itu berinteraksi dan harus menyatu dalam keputusan manajemen korporasi, sehingga korporasi tidak sekedar tumbuh, tapi juga sustain.
Dalam situasi seperti sekarang ini, lanjut Bramantyo, transformasi menjadi kata kunci. Upaya untuk mempertahankan organisasi tetap agile dan resilience dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis tidak selalu mudah.
Perkembangan teknologi digital yang sangat cepat, perubahan perilaku serta preferensi pasar akibat pergeseran customer ke kalangan millenial, dan ancaman akibat pandemi, telah memberikan tantangan kepada setiap sektor bisnis maupun sektor pemerintahan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
"Kondisi ini menempatkan berbagai sektor tersebut dalam situasi yang yang rawan terdampak disrupsi oleh faktor-faktor di atas, sehingga memaksa setiap organisasi harus terus bertansformasi ke arah model bisnis yang adaptif dan agile dengan tren perubahan dan tantangan yang ada,” ungkap Bramantyo.
"Saat ini kita sedang berada dalam gelombang VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity), yang menjadikan transformasi menjadi kata kunci untuk korporasi terus bisa tumbuh dan berkembang," kata Bramantyo Djohanputro, Ketua PPM School of Management, saat webinar dengan tema "Leadership Transformation in Technology, Milenial and Pandemic Disruption", dikutip Selasa (21/12/2021).
Baca juga: Dirut Baru PLN Siap Lanjutkan Tranformasi, Transisi Energi hingga Atasi Oversupply Listrik
Bramantyo menambahkan saat ini green economy, blue economy, sustainable development goals, social economy, tengah menjadi pembicaraan, termasuk di Indonesia. Semua perilaku ekonomi itu berinteraksi dan harus menyatu dalam keputusan manajemen korporasi, sehingga korporasi tidak sekedar tumbuh, tapi juga sustain.
Dalam situasi seperti sekarang ini, lanjut Bramantyo, transformasi menjadi kata kunci. Upaya untuk mempertahankan organisasi tetap agile dan resilience dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis tidak selalu mudah.
Perkembangan teknologi digital yang sangat cepat, perubahan perilaku serta preferensi pasar akibat pergeseran customer ke kalangan millenial, dan ancaman akibat pandemi, telah memberikan tantangan kepada setiap sektor bisnis maupun sektor pemerintahan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
"Kondisi ini menempatkan berbagai sektor tersebut dalam situasi yang yang rawan terdampak disrupsi oleh faktor-faktor di atas, sehingga memaksa setiap organisasi harus terus bertansformasi ke arah model bisnis yang adaptif dan agile dengan tren perubahan dan tantangan yang ada,” ungkap Bramantyo.
Lihat Juga :