UMKM Punya Jembatan untuk Go Internasional Apapun Kendalanya
Selasa, 21 Desember 2021 - 23:11 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM Indonesia pada 2018 berjumlah 64 juta usaha, dengan kata lain mewakili 23,9% populasi Indonesia. Di tahun 2020, PDB nasional 2020 UMKM memberikan kontribusi sekitar 61,07%. Cukup besar, namun export nya baru sebesar 4,09% dari total nilai ekspor Indonesia. Sangat kecil bila dibandingkan negara tetangga di Asia Tetangga, yang sudah tembus double digit seperti Thailand sebesar 29% dan Malaysia 17%.
Maka dari itu digelar Live Event secara online dengan pertimbangan kondisi Indonesia saat ini yang masih siaga pandemi Corona, terutama dengan muncul nya varian Omicron. Dilangsungkan dengan menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten, berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada audience para pelaku UMKM Indonesia, sehingga mereka mendapatkan suntikan semangat dalam berusaha merambah pasar internasional.
Ada Dr Sastia, salah seorang diaspora Indonesia yang ada di Jepang. Ia kebetulan minggu lalu diangkat menjadi Ketua Umum – Ikatan Imuwan Indonesia International. Dr Sastia berhasil membawa produk makanan khas Indonesia yaitu Tempe, naik kelas. Di ekspor secara rutin ke Jepang. Hal yang membanggakan sekali mengingat market Jepang adalah market yang unik, perlu usaha lebih untuk dapat di terima pasar Jepang.
Platform 62trade.com menurut beliau akan membantu kecepatan dari exposure produk-produk UMKM Indonesia terhadap komunitas buyer-buyer luar negeri. Sesuatu yang sebelum era digital susah sekali dinikmati oleh pelaku usaha Indonesia. Lebih dari itu platform 62trade membuat pembeli dan penjual memiliki tempat virtual ber transaksi yang aman dan trustworthy.
Baca Juga: Ekspor UMKM Binaan Bank Mandiri Sentuh Angka Rp1 Triliun
Maka dari itu digelar Live Event secara online dengan pertimbangan kondisi Indonesia saat ini yang masih siaga pandemi Corona, terutama dengan muncul nya varian Omicron. Dilangsungkan dengan menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten, berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada audience para pelaku UMKM Indonesia, sehingga mereka mendapatkan suntikan semangat dalam berusaha merambah pasar internasional.
Ada Dr Sastia, salah seorang diaspora Indonesia yang ada di Jepang. Ia kebetulan minggu lalu diangkat menjadi Ketua Umum – Ikatan Imuwan Indonesia International. Dr Sastia berhasil membawa produk makanan khas Indonesia yaitu Tempe, naik kelas. Di ekspor secara rutin ke Jepang. Hal yang membanggakan sekali mengingat market Jepang adalah market yang unik, perlu usaha lebih untuk dapat di terima pasar Jepang.
Platform 62trade.com menurut beliau akan membantu kecepatan dari exposure produk-produk UMKM Indonesia terhadap komunitas buyer-buyer luar negeri. Sesuatu yang sebelum era digital susah sekali dinikmati oleh pelaku usaha Indonesia. Lebih dari itu platform 62trade membuat pembeli dan penjual memiliki tempat virtual ber transaksi yang aman dan trustworthy.
Baca Juga: Ekspor UMKM Binaan Bank Mandiri Sentuh Angka Rp1 Triliun
Lihat Juga :