Cegah Kelangkaan BBM, Pemerintah Minta BUMD Ikut Bangun Pertashop
Kamis, 23 Desember 2021 - 11:46 WIB
loading...
Pemerintah medorong BUMD ikut serta membangun Pertashop di daerah. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah memiliki kewajiban untuk menyediakan dan memudahkan akses energi untuk masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar Indonesia (3T). Untuk mewujudkan hal tersebut, Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meminta kepada BPH Migas dan Pertamina mengintensifkan pembangunan Pertashop , di samping pembangunan Penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga.
"Program Pertashop yang saat ini sedang dilaksanakan Pertamina bisa masuk ke pelosok-pelosok. Saya rasa ini harus dipercepat, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMD) bisa merespon hal ini, memanfaatkan peluang ini, dan bisa menyiapkannya di tiap tiap desa," ujar Arifin dalam keterangan tertulis, Kamis (23/12/2021).
Baca Juga: Pertashop Makin Merangsek, 2.973 Outlet Telah Beroperasi
Tersedianya pasokan energi yang memadai diharapkan dapat meningkatkan mobilitas yang berdampak kepada meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat di seluruh pelosok tanah air.
Menurut Arifin, program penyediaan energi melalui Pertashop dapat dilaksanakan dengan cepat. Untuk itu, BPH Migas dan Pertamina diharapkan dapat mempromosikan program ini di seluruh wilayah, khususnya 3T. Selain dapat mengurangi kelangkaan BBM, investasi yang dikeluarkan badan usaha untuk menyediakan Pertashop dinilai dapat kembali dengan dalam waktu singkat karena ada jaminan keekonomian harga dari Pertamina.
"Fungsi energi adalah menjadi penggerak ekonomi, karena itu jangan sampai energi ini tidak tersedia. Kita harus terus dan meningkatkan kontribusi kepada masyarakat," tegas Arifin.
Direktur Logistik dan Infrastukutr PT Pertamina Mulyono mengatakan, program BBM Satu Harga dan Pertashop sebenarnya hampir sama, yakni menyediakan BBM untuk masyarakat di daerah terpencil, namun produk yang dijual berbeda. Stasiun Pengisian Bahan Bahan Bakar Umum (SPBU) BBM Satu Harga menjual BBM Bersubsidi, sementara Pertashop menjual BBM Non Subsidi termasuk LPG.
"Program Pertashop yang saat ini sedang dilaksanakan Pertamina bisa masuk ke pelosok-pelosok. Saya rasa ini harus dipercepat, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMD) bisa merespon hal ini, memanfaatkan peluang ini, dan bisa menyiapkannya di tiap tiap desa," ujar Arifin dalam keterangan tertulis, Kamis (23/12/2021).
Baca Juga: Pertashop Makin Merangsek, 2.973 Outlet Telah Beroperasi
Tersedianya pasokan energi yang memadai diharapkan dapat meningkatkan mobilitas yang berdampak kepada meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat di seluruh pelosok tanah air.
Menurut Arifin, program penyediaan energi melalui Pertashop dapat dilaksanakan dengan cepat. Untuk itu, BPH Migas dan Pertamina diharapkan dapat mempromosikan program ini di seluruh wilayah, khususnya 3T. Selain dapat mengurangi kelangkaan BBM, investasi yang dikeluarkan badan usaha untuk menyediakan Pertashop dinilai dapat kembali dengan dalam waktu singkat karena ada jaminan keekonomian harga dari Pertamina.
"Fungsi energi adalah menjadi penggerak ekonomi, karena itu jangan sampai energi ini tidak tersedia. Kita harus terus dan meningkatkan kontribusi kepada masyarakat," tegas Arifin.
Direktur Logistik dan Infrastukutr PT Pertamina Mulyono mengatakan, program BBM Satu Harga dan Pertashop sebenarnya hampir sama, yakni menyediakan BBM untuk masyarakat di daerah terpencil, namun produk yang dijual berbeda. Stasiun Pengisian Bahan Bahan Bakar Umum (SPBU) BBM Satu Harga menjual BBM Bersubsidi, sementara Pertashop menjual BBM Non Subsidi termasuk LPG.
Lihat Juga :