Akibat Pandemi, Kondisi Ekonomi Indonesia Mundur 35 Tahun
Selasa, 09 Juni 2020 - 15:13 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu Bank BRI mampu mengunpulkan DPK lebih dari Rp 1. 000 triliun. Sepanjang kuartal I 2020, Direktur Utama Bank BRI Sunarso menjelaskan, DPK BRI 0 sebesar Rp 1.029 triliun, naik 9,93% dibanding kuartal I 2019. DPK BRI mayoritas berasal dari deposito senilai Rp 422,09 triliun, lalu disusul oleh simpanan tabungan senilai Rp 387,64 triliun, dan giro senilai Rp 168,59 triliun.
Saudara BRI lainnya, yakni Bank BNI juga mencatatakan pertumbuhan DPK. Total DPK yang berhasil dihimpun bank pelat merah ini pada kuartal 1 2020 sebesar Rp 635 triliun, naik sebesar 10,4% yoy. Angka ini masih di atas pertumbuhan DPK industri perbankan nasional pada bulan Maret 2020 sebesar 9,54%.
DPK BNI ini didukung oleh pertumbuhan dana giro sebesar 29,9% dan tabungan sebesar 8,1%, alhasil porsi Dana murah (Current Account Savings Account/CASA) pada periode ini adalah 64,9%.
Untuk diketahui semakin tinggi presentasi dana murah ini berarti maka semakin tinggi pula kepercayaan masyarakat terhadap bank tersebut. Peningkatan dana murah menyebabkan biaya dana (cost of fund) BNI turun menjadi 2,9% dari 3,2% di 2019.
Bank BTN mencatatkan peningkatan DPK paling mini dibandingkan saudara-saudaranya yang lain sesma bank pelat merah, yakni sebesar 2,73% yoy. Perseroan mampu menghimpun DPK Rp221,719 triliun selama kuartal I/2020 , naik 2,7%. Pertumbuhan DPK paling signifikan berasal dari Batara reguler yang tumbuh 6,8 persen. Sementara itu, selama kuartal 1/2020, penghimpunan tabungan justru tercatat menurun 8,7% menjadi Rp39,496 miliar.
Memasuki kuartal II diperkirkaan tekanan akibat wabah corona terhadap kinerja bank akan semakin kuat. Kucuran kredit pasti akan menurun. Mudah-mudahan saja bank masih bisa menjaga kepercayaan para nasabahnya, hingga DPK mereka masih bisa dipertahankan hingga akhir tahun.
Saudara BRI lainnya, yakni Bank BNI juga mencatatakan pertumbuhan DPK. Total DPK yang berhasil dihimpun bank pelat merah ini pada kuartal 1 2020 sebesar Rp 635 triliun, naik sebesar 10,4% yoy. Angka ini masih di atas pertumbuhan DPK industri perbankan nasional pada bulan Maret 2020 sebesar 9,54%.
DPK BNI ini didukung oleh pertumbuhan dana giro sebesar 29,9% dan tabungan sebesar 8,1%, alhasil porsi Dana murah (Current Account Savings Account/CASA) pada periode ini adalah 64,9%.
Untuk diketahui semakin tinggi presentasi dana murah ini berarti maka semakin tinggi pula kepercayaan masyarakat terhadap bank tersebut. Peningkatan dana murah menyebabkan biaya dana (cost of fund) BNI turun menjadi 2,9% dari 3,2% di 2019.
Bank BTN mencatatkan peningkatan DPK paling mini dibandingkan saudara-saudaranya yang lain sesma bank pelat merah, yakni sebesar 2,73% yoy. Perseroan mampu menghimpun DPK Rp221,719 triliun selama kuartal I/2020 , naik 2,7%. Pertumbuhan DPK paling signifikan berasal dari Batara reguler yang tumbuh 6,8 persen. Sementara itu, selama kuartal 1/2020, penghimpunan tabungan justru tercatat menurun 8,7% menjadi Rp39,496 miliar.
Memasuki kuartal II diperkirkaan tekanan akibat wabah corona terhadap kinerja bank akan semakin kuat. Kucuran kredit pasti akan menurun. Mudah-mudahan saja bank masih bisa menjaga kepercayaan para nasabahnya, hingga DPK mereka masih bisa dipertahankan hingga akhir tahun.
(eko)
Lihat Juga :