Siap-siap, Efisiensi Ala Erick Thohir di Tubuh BUMN Masih Akan Berlanjut
Selasa, 09 Juni 2020 - 20:22 WIB
loading...
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan, program restrukturisasi perusahaan pelat merah terus berjalan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan, program restrukturisasi perusahaan pelat merah terus berjalan. Dalam restrukturisasi ini, Ia memaparkan telah memangkas BUMN dari jumlahnya 142 menjadi 107 BUMN, atau 35 perusahaan pelat merah yang dihilangkan.
(Baca Juga: Erick Thohir Mau Pangkas BUMN hingga Tinggal 70 Perusahaan )
Sambung Erick menerangkan, dalam restrukturisasi ini pihaknya telah berkoordinasi dengan menteri-menteri terkait. Dijelaskan juga bahwa, masih banyak BUMN yang memiliki lini bisnis yang sama dan berpotensi untuk dikonsolidasi.
“Bersama dengan Kementerian Keuangan, kami akan membuat Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai tata kerja pelaksanaan Tim Restrukturisasi BUMN. Saat ini, SKB sedang dikaji oleh Kementerian Keuangan. Selanjutnya kami juga akan berdiskusi dengan kementerian teknis terkait,” ujar Menteri Erick di Jakarta, Selasa (9/6/2020).
Sambung dia merinci, jika sebelumnya jumlah BUMN mencapai 142 perusahaan, kini menjadi 107 perusahaan. Berkurangnya jumlah BUMN ini tidak lain karena lahirnya konsolidasi BUMN diantaranya adalah sektor farmasi dan asuransi.
"Khususnya pada situasi pandemi Covid-19 merupakan saat yang tepat untuk melakukan restrukturisasi untuk memperkuat posisi BUMN baik posisi keuangan maupun posisi dalam industri. Dari 142 BUMN sekarang ini kita bisa tinggal 107 BUMN. Ini akan kita turunkan terus," katanya.
Untuk sektor farmasi, Erick Thohir berhasil membuat holding BUMN Farmasi. Adapun PT Bio Farma (Persero) menjadi induk perusahaan. Sementara anggota perusahaannya adalah PT Kimia Farma Tbk dan PT Indofarma Tbk. Selain untuk efisiensi, holding ini bertujuan memperkuat kamandirian industri dan meningkatkan ketersediaan produk kesehatan.
(Baca Juga: Erick Thohir Mau Pangkas BUMN hingga Tinggal 70 Perusahaan )
Sambung Erick menerangkan, dalam restrukturisasi ini pihaknya telah berkoordinasi dengan menteri-menteri terkait. Dijelaskan juga bahwa, masih banyak BUMN yang memiliki lini bisnis yang sama dan berpotensi untuk dikonsolidasi.
“Bersama dengan Kementerian Keuangan, kami akan membuat Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai tata kerja pelaksanaan Tim Restrukturisasi BUMN. Saat ini, SKB sedang dikaji oleh Kementerian Keuangan. Selanjutnya kami juga akan berdiskusi dengan kementerian teknis terkait,” ujar Menteri Erick di Jakarta, Selasa (9/6/2020).
Sambung dia merinci, jika sebelumnya jumlah BUMN mencapai 142 perusahaan, kini menjadi 107 perusahaan. Berkurangnya jumlah BUMN ini tidak lain karena lahirnya konsolidasi BUMN diantaranya adalah sektor farmasi dan asuransi.
"Khususnya pada situasi pandemi Covid-19 merupakan saat yang tepat untuk melakukan restrukturisasi untuk memperkuat posisi BUMN baik posisi keuangan maupun posisi dalam industri. Dari 142 BUMN sekarang ini kita bisa tinggal 107 BUMN. Ini akan kita turunkan terus," katanya.
Untuk sektor farmasi, Erick Thohir berhasil membuat holding BUMN Farmasi. Adapun PT Bio Farma (Persero) menjadi induk perusahaan. Sementara anggota perusahaannya adalah PT Kimia Farma Tbk dan PT Indofarma Tbk. Selain untuk efisiensi, holding ini bertujuan memperkuat kamandirian industri dan meningkatkan ketersediaan produk kesehatan.
Lihat Juga :