Lampaui Target, Menteri ESDM Resmikan Serentak 7 Penyalur BBM Satu Harga di Kupang
Rabu, 29 Desember 2021 - 11:53 WIB
loading...
A
A
A
Melengkapi, Direktur Logistik dan Infrastukutr PT Pertamina Mulyono mengatakan, sampai dengan Desember 2021 ini, secara nasional Pertamina telah merealisasikan pengoperasian lembaga penyalur BBM Satu Harga sebanyak 321 titik di daerah-daerah tertinggal terdepan, terluar dari target yang diberikan Pemerintah sebanyak 573 penyalur hingga 2024.
"Tahun 2022 mendatang Pertamina akan membangun di 92 lokasi, tahun 2023 di 89 lokasi lagi dan tahun 2024 sebanyak 73 lokasi," ujar Mulyono.
Menurut Mulyono, peresmian ini bukan merupakan akhir tapi ini adalah awal dari pengabdian Pertamina kepada masyarakat, karena setelah peresmian seluruh jajaran Pertamina ini harus memastikan bahwa BBM ini harus tersedia dengan kondisi 3T yakni harus tepat waktu, tepat jumlah dan tepat kualitas.
Dengan adanya Program BBM Satu Harga ini, masyarakat di kurang lebih 112 Kabupaten dapat membeli BBM Solar Subsidi, Pertalite dan Premium dengan harga yang sama dengan masyarakat di daerah lain seperti di Jawa, Sumatera dan tempat lain yang sudah menikmati harga Premium Rp 6.450 per liter, dan Solar seharga Rp 5.150 per liter.
Melalui pengoperasian SPBU BBM Satu Harga ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi kegiatan perekonomian di 112 Kabupaten yang tersebar di wilayah Sumatera, Kalimantan, Papua, Sulawesi, Bali, Madura, NTT, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan BBM Satu Harga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebaran penyalur BBM Satu Harga yang diresmikan hari itu, adalah:
Kabupaten Malaka, Kecamatan Kobalima, Provinsi NTT
Kabupaten Malaka, Kecamatan Laen Manen, Provinsi NTT
Kabupaten Malaka, Kecamatan Sasitamean, Provinsi NTT
Kabupaten Malaka, Kecamatan Malaka Barat, Provinsi NTT
Kabupaten Sumba Barat Daya, Kecamatan Wewewa Tengah, Provinsi NTT
Kabupaten Sumbawa, Kecamatan Moyo Utara, Provinsi NTB
Kabupaten Dompu, Kecamatan Hu'u, Provinsi NTB .
"Tahun 2022 mendatang Pertamina akan membangun di 92 lokasi, tahun 2023 di 89 lokasi lagi dan tahun 2024 sebanyak 73 lokasi," ujar Mulyono.
Menurut Mulyono, peresmian ini bukan merupakan akhir tapi ini adalah awal dari pengabdian Pertamina kepada masyarakat, karena setelah peresmian seluruh jajaran Pertamina ini harus memastikan bahwa BBM ini harus tersedia dengan kondisi 3T yakni harus tepat waktu, tepat jumlah dan tepat kualitas.
Dengan adanya Program BBM Satu Harga ini, masyarakat di kurang lebih 112 Kabupaten dapat membeli BBM Solar Subsidi, Pertalite dan Premium dengan harga yang sama dengan masyarakat di daerah lain seperti di Jawa, Sumatera dan tempat lain yang sudah menikmati harga Premium Rp 6.450 per liter, dan Solar seharga Rp 5.150 per liter.
Melalui pengoperasian SPBU BBM Satu Harga ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi kegiatan perekonomian di 112 Kabupaten yang tersebar di wilayah Sumatera, Kalimantan, Papua, Sulawesi, Bali, Madura, NTT, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan BBM Satu Harga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebaran penyalur BBM Satu Harga yang diresmikan hari itu, adalah:
Kabupaten Malaka, Kecamatan Kobalima, Provinsi NTT
Kabupaten Malaka, Kecamatan Laen Manen, Provinsi NTT
Kabupaten Malaka, Kecamatan Sasitamean, Provinsi NTT
Kabupaten Malaka, Kecamatan Malaka Barat, Provinsi NTT
Kabupaten Sumba Barat Daya, Kecamatan Wewewa Tengah, Provinsi NTT
Kabupaten Sumbawa, Kecamatan Moyo Utara, Provinsi NTB
Kabupaten Dompu, Kecamatan Hu'u, Provinsi NTB .
(atk)
Lihat Juga :