36 Event dan Bakal Kedatangan Ribuan Delegasi, Erick Thohir Cek Kesiapan KTT G20
Rabu, 29 Desember 2021 - 15:57 WIB
loading...
A
A
A
Finance Track terkait isu ekonomi dan keuangan, sementara Sherpa Track membahas lebih luas seperti perubahan iklim, perdagangan, energi, geopolitik, dan isu penting lainnya. Pada Finance Track, agenda prioritas Presidensi G20 Indonesia yang akan dibahas di antaranya, Exit strategy berupa global policy untuk melindungi negara-negara yang masih berupaya memulihkan perekonomian.
Baca Juga: Kunjungi Bali, Jokowi Tinjau Fasilitas dan Infrastruktur untuk KTT G20
Upaya mengatasi scarring effect yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan pada berbagai sektor. Lalu standar pembayaran lintas batas negara dan prinsip-prinsip pengembangan Central Bank Digital Currency (CBDC). Kemudian, risiko iklim dan risiko transisi menuju ekonomi rendah karbon dan mengimplementasikan sustainable finance
Open banking untuk mendorong produktivitas serta mendukung ekonomi dan keuangan yang inklusif (Digital Financial Inclusion), kemudian perpajakan internasional.
Pemerintah memandang, Presidensi G20 Indonesia 2022 bukanlah satu-satunya ajang untuk mengupayakan pemulihan ekonomi nasional dan membangkitkan perekonomian Indonesia. Namun, kerjasama membangun kolaborasi dan inovasi untuk mendukung transformasi ekonomi dan transformasi struktural pada berbagai sektor.
Baca Juga: Kunjungi Bali, Jokowi Tinjau Fasilitas dan Infrastruktur untuk KTT G20
Upaya mengatasi scarring effect yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan pada berbagai sektor. Lalu standar pembayaran lintas batas negara dan prinsip-prinsip pengembangan Central Bank Digital Currency (CBDC). Kemudian, risiko iklim dan risiko transisi menuju ekonomi rendah karbon dan mengimplementasikan sustainable finance
Open banking untuk mendorong produktivitas serta mendukung ekonomi dan keuangan yang inklusif (Digital Financial Inclusion), kemudian perpajakan internasional.
Pemerintah memandang, Presidensi G20 Indonesia 2022 bukanlah satu-satunya ajang untuk mengupayakan pemulihan ekonomi nasional dan membangkitkan perekonomian Indonesia. Namun, kerjasama membangun kolaborasi dan inovasi untuk mendukung transformasi ekonomi dan transformasi struktural pada berbagai sektor.
(akr)
Lihat Juga :