Kontrak 101 Tenaga Penunjang di Bandara Sultan Hasanuddin Tak Diperpanjang
Kamis, 30 Desember 2021 - 18:17 WIB
loading...
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin, Wahyudi. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Sebanyak 101 tenaga penunjang atau outsourcing yang selama ini bekerja di bawah manajemen PT Angkasa Pura Bandara Internasional Sultan Hasanuddin , tak lagi diperpanjang kontraknya.
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin , Wahyudi menjelaskan, kebijakan tersebut diambil lantaran perseroan tengah merugi akibat kurangnya aktivitas penerbangan selama pandemi Covid-19.
Baca juga:Penumpang Bandara Sultan Hasanuddin Mulai Meningkat Jelang Natal
Wahyudi menjelaskan, di Perusahaan Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin ini, terdapat sekitar 600 lebih karyawan tenaga penunjang. Dengan kondisi yang merugi, pihaknya mau tidak mau harus melakukan evaluasi.
"Ini merupakan langkah terakhir yang kami ambil terkait tenaga penunjang di perusahaan ini. Karena selama pandemi ini, PT Angkasa Pura secara keseluruhan mengalami kerugian," jelas Wahyudi kepada wartawan, Kamis (30/12).
Dia menjelaskan, tahun 2020, PT Angkasa Pura mengalami kerugian sebesar Rp3 triliun. Tahun ini kerugian Angkasa Pura diprediksi mencapai angka Rp3,5 triliun sampai Rp4 triliun.
Baca juga:Bandara Sultan Hasanuddin Tambah Jumlah Pendingin Ruangan
"Karena kondisi ini kami melakukan restrukturisasi baik SDM, finansial dan operasional. Kami tidak lagi memperpanjang sekitar 101 tenaga penunjang perusahaan, dari 600 orang tenaga penunjang perusahaan," ujarnya.
Wahyudi menjelaskan, hasil restrukturisasi ini berdasarkan evaluasi yang dilakukan. Kebanyakan yang kontrak kerjanya tetap diperpanjang yakni mereka yang bekerja di unit mandatorinya, seperti di bagian pemadam kebakaran.
Wahyudi menjamin, meski ada pengurangan tenaga penunjang, hal itu tidak membuat beban kerja tambahan bagi karyawan yang ada. Hal itu dikarenakan sistem kerja yang ditetapkan di Angkasa Pura dihitung berdasarkan jam kerja.
Baca juga:Bandara Sultan Hasanuddin Kembali Beroperasi 24 Jam
"Beban kerja karyawan tidak ditambah. Karena memang kami menghitung berdasarkan jam kerja karyawan," ujarnya.
Wahyudi mengatakan, dengan jumlah tenaga penunjang sekitar 600-an orang, PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin setidaknya menyediakan anggaran untuk administrasi sekira Rp36 miliar pertahun. Angka ini terbilang besar di masa PT Angkasa Pura I merugi kurang lebih dua tahun terakhir.
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin , Wahyudi menjelaskan, kebijakan tersebut diambil lantaran perseroan tengah merugi akibat kurangnya aktivitas penerbangan selama pandemi Covid-19.
Baca juga:Penumpang Bandara Sultan Hasanuddin Mulai Meningkat Jelang Natal
Wahyudi menjelaskan, di Perusahaan Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin ini, terdapat sekitar 600 lebih karyawan tenaga penunjang. Dengan kondisi yang merugi, pihaknya mau tidak mau harus melakukan evaluasi.
"Ini merupakan langkah terakhir yang kami ambil terkait tenaga penunjang di perusahaan ini. Karena selama pandemi ini, PT Angkasa Pura secara keseluruhan mengalami kerugian," jelas Wahyudi kepada wartawan, Kamis (30/12).
Dia menjelaskan, tahun 2020, PT Angkasa Pura mengalami kerugian sebesar Rp3 triliun. Tahun ini kerugian Angkasa Pura diprediksi mencapai angka Rp3,5 triliun sampai Rp4 triliun.
Baca juga:Bandara Sultan Hasanuddin Tambah Jumlah Pendingin Ruangan
"Karena kondisi ini kami melakukan restrukturisasi baik SDM, finansial dan operasional. Kami tidak lagi memperpanjang sekitar 101 tenaga penunjang perusahaan, dari 600 orang tenaga penunjang perusahaan," ujarnya.
Wahyudi menjelaskan, hasil restrukturisasi ini berdasarkan evaluasi yang dilakukan. Kebanyakan yang kontrak kerjanya tetap diperpanjang yakni mereka yang bekerja di unit mandatorinya, seperti di bagian pemadam kebakaran.
Wahyudi menjamin, meski ada pengurangan tenaga penunjang, hal itu tidak membuat beban kerja tambahan bagi karyawan yang ada. Hal itu dikarenakan sistem kerja yang ditetapkan di Angkasa Pura dihitung berdasarkan jam kerja.
Baca juga:Bandara Sultan Hasanuddin Kembali Beroperasi 24 Jam
"Beban kerja karyawan tidak ditambah. Karena memang kami menghitung berdasarkan jam kerja karyawan," ujarnya.
Wahyudi mengatakan, dengan jumlah tenaga penunjang sekitar 600-an orang, PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin setidaknya menyediakan anggaran untuk administrasi sekira Rp36 miliar pertahun. Angka ini terbilang besar di masa PT Angkasa Pura I merugi kurang lebih dua tahun terakhir.
(luq)
Lihat Juga :