Hingga Maret 2020, Laba Bersih Bank Mega Tumbuh 38%
Kamis, 23 April 2020 - 11:37 WIB
loading...
A
A
A
Kredit tercatat tumbuh sebesar 23% dari Rp44 triliun pada periode Maret 2019 menjadi Rp54 triliun pada periode Maret 2020. Pertumbuhan kredit Bank Mega ini berada di atas rata-rata industri pada posisi Februari 2020 sebesar 5,93%.
“Penyaluran kredit kepada korporasi tercatat sebagai segmen bisnis yang paling besar memberikan kontribusi pada penyaluran kredit secara keseluruhan. Peningkatan kredit korporasi terutama berasal dari kredit infrastruktur jalan tol yang dijamin pemerintah dan kredit kepada korporasi dengan track record yang baik,” imbuhnya.
Dari sisi likuiditas, Bank Mega memiliki kondisi yang kuat tercermin dari rasio LDR sebesar 67,5% lebih rendah dibandingkan 71,3% pada Maret 2019. “Hal ini menunjukkan besarnya cadangan likuiditas yang dimiliki oleh Bank Mega," jelas Kostaman Thayib.
Rasio keuangan lainnya juga mencatat peningkatan yang baik antara lain: ROA tercatat sebesar 3,3% naik dibandingkan 2,9% pada Maret 2019, dimana hal ini menunjukkan kemampuan Bank Mega untuk menghasilkan laba yang tinggi dalam mengelola asetnya.
BOPO menjadi 69,7% membaik dibandingkan 72,2% pada Maret 2019, yang mencerminkan efisiensi Bank Mega dalam mengelola kegiatan operasionalnya. Angka ini juga lebih baik dari BOPO industri pada Februari 2020 yang tercatat sebesar 83,60%.
Dari sisi permodalan, CAR Bank Mega mencapai 24,7% yang menunjukan kecukupan modal Bank Mega yang kuat. Sementara CAR industri pada Februari 2020 tercatat sebesar 22,27%.
“Penyaluran kredit kepada korporasi tercatat sebagai segmen bisnis yang paling besar memberikan kontribusi pada penyaluran kredit secara keseluruhan. Peningkatan kredit korporasi terutama berasal dari kredit infrastruktur jalan tol yang dijamin pemerintah dan kredit kepada korporasi dengan track record yang baik,” imbuhnya.
Dari sisi likuiditas, Bank Mega memiliki kondisi yang kuat tercermin dari rasio LDR sebesar 67,5% lebih rendah dibandingkan 71,3% pada Maret 2019. “Hal ini menunjukkan besarnya cadangan likuiditas yang dimiliki oleh Bank Mega," jelas Kostaman Thayib.
Rasio keuangan lainnya juga mencatat peningkatan yang baik antara lain: ROA tercatat sebesar 3,3% naik dibandingkan 2,9% pada Maret 2019, dimana hal ini menunjukkan kemampuan Bank Mega untuk menghasilkan laba yang tinggi dalam mengelola asetnya.
BOPO menjadi 69,7% membaik dibandingkan 72,2% pada Maret 2019, yang mencerminkan efisiensi Bank Mega dalam mengelola kegiatan operasionalnya. Angka ini juga lebih baik dari BOPO industri pada Februari 2020 yang tercatat sebesar 83,60%.
Dari sisi permodalan, CAR Bank Mega mencapai 24,7% yang menunjukan kecukupan modal Bank Mega yang kuat. Sementara CAR industri pada Februari 2020 tercatat sebesar 22,27%.
Lihat Juga :