Kinerja Unggul Pertamina pada Tahun Kedua Pandemi
Senin, 03 Januari 2022 - 12:33 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun 2021, Pertamina telah berhasil membangun dan mengoperasikan Pertamina Integrated Command Center (PICC). Pusat integrasi big data Pertamina dari hulu ke hilir ini dioperasikan pada 1 September 2021 yang berperan penting dalam memonitor produksi dan pelayanan kepada masyarakat.
Pertamina sukses melakukan digitalisasi di hulu, pengolahan dan hilir. Di hulu, telah terbangun Integrated Optimization Decision Support Center (IODSC) sehingga mampu menurunkan potensi kehilangan produksi di Blok Rokan secara signifikan dengan nilai manfaat lebih dari USD 200 juta.
Pertamina juga menjadi perusahaan energi pertama di Asia yang menggunakan teknologi Enhanced Full Tensor Gradiometry (eFTG). Dengan teknologi digital ini, Pertamina berhasil melakukan survey migas di Cekungan Bintuni dan Salawati, Papua Barat dengan luas area 45 ribu km persegi.
Digitalisasi di kilang dilakukan melalui program Predictive Maintenance Online (PMO). Sedangkan digitalisasi di hilir dilakukan melalui digitalisasi di seluruh SPBU Pertamina sehingga bisa dimonitor secara realtime. Pertamina juga telah berhasil melakukan digitalisasi dalam pengelolaan perkapalan sehingga bisa dimonitor secara langsung.
Go Productive & Efficient
Go Productive & Efficient merupakan upaya Pertamina secara konsisten menjalankan tugas yang diberikan pemerintah dengan baik dan tetap berprestasi. Di tengah tantangan pandemi, Pertamina terus menjalankan tugas dan amanah pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional.
Pada tahun 2021, Pertamina mendapat amanah mengelola Blok Rokan. Amanah ini dijalankan Pertamina dengan meningkatkan produksi dan efisiensi dengan mengebor 118 sumur sehingga meningkatkan produksi 162 ribu barel per hari. Capaian ini menyumbang penerimaan negara sebesar Rp 2,7 triliun. Pertamina juga telah berhasil menyelesaikan pembangunan 2 kapal tangker raksasa yakni VLCC Pertamina Pride dan Pertamina Prime dengan kapasitas 2 juta barel.
Pertamina juga terus menuntaskan RDMP dan GRR serta pengembangan petrokimia sebagai salah satu bisnis masa depan Pertamina.
Go Global
GO Global merupakan upaya Pertamina untuk memperluas bisnisnya ke mancanegara dan mendorong anak usahanya untuk meningkatkan daya saing di pasar global.
Pada tahun 2021, Pertamina menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk Fortune Global 500 di urutan 287. Di tengah tantangan, Pertamina meraih tak kurang dari 250 penghargaan dalam skala global maupun nasional.
Di sisi hulu, Pertamina telah melebarkan sayapnya di 13 negara mulai Aljazair hingga Venezuela. Lapangan migas di mancanegara berkontribusi 49,9 juta barel dengan nilai USD 2,8 miliar yang dikirimkan ke Indonesia.
Di hilir, Pertamina telah berhasil melakukan ekspor produk unggulan avtur dan pelumas. Layanan avtur Pertamina telah tersedia di 128 lokasi di 47 negara. Sedangkan produk pelumas Pertamina telah diekspor ke 14 negara dengan pasar terbesar di Asia, Afrika dan Australia.
Terbaru, Pertamina juga telah berhasil melakukan Global Branding melalui pembangunan Pertamina Mandalika International Street Circuit, sebagai dukungan Pertamina untuk Indonesia.
Pertamina sukses melakukan digitalisasi di hulu, pengolahan dan hilir. Di hulu, telah terbangun Integrated Optimization Decision Support Center (IODSC) sehingga mampu menurunkan potensi kehilangan produksi di Blok Rokan secara signifikan dengan nilai manfaat lebih dari USD 200 juta.
Pertamina juga menjadi perusahaan energi pertama di Asia yang menggunakan teknologi Enhanced Full Tensor Gradiometry (eFTG). Dengan teknologi digital ini, Pertamina berhasil melakukan survey migas di Cekungan Bintuni dan Salawati, Papua Barat dengan luas area 45 ribu km persegi.
Digitalisasi di kilang dilakukan melalui program Predictive Maintenance Online (PMO). Sedangkan digitalisasi di hilir dilakukan melalui digitalisasi di seluruh SPBU Pertamina sehingga bisa dimonitor secara realtime. Pertamina juga telah berhasil melakukan digitalisasi dalam pengelolaan perkapalan sehingga bisa dimonitor secara langsung.
Go Productive & Efficient
Go Productive & Efficient merupakan upaya Pertamina secara konsisten menjalankan tugas yang diberikan pemerintah dengan baik dan tetap berprestasi. Di tengah tantangan pandemi, Pertamina terus menjalankan tugas dan amanah pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional.
Pada tahun 2021, Pertamina mendapat amanah mengelola Blok Rokan. Amanah ini dijalankan Pertamina dengan meningkatkan produksi dan efisiensi dengan mengebor 118 sumur sehingga meningkatkan produksi 162 ribu barel per hari. Capaian ini menyumbang penerimaan negara sebesar Rp 2,7 triliun. Pertamina juga telah berhasil menyelesaikan pembangunan 2 kapal tangker raksasa yakni VLCC Pertamina Pride dan Pertamina Prime dengan kapasitas 2 juta barel.
Pertamina juga terus menuntaskan RDMP dan GRR serta pengembangan petrokimia sebagai salah satu bisnis masa depan Pertamina.
Go Global
GO Global merupakan upaya Pertamina untuk memperluas bisnisnya ke mancanegara dan mendorong anak usahanya untuk meningkatkan daya saing di pasar global.
Pada tahun 2021, Pertamina menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk Fortune Global 500 di urutan 287. Di tengah tantangan, Pertamina meraih tak kurang dari 250 penghargaan dalam skala global maupun nasional.
Di sisi hulu, Pertamina telah melebarkan sayapnya di 13 negara mulai Aljazair hingga Venezuela. Lapangan migas di mancanegara berkontribusi 49,9 juta barel dengan nilai USD 2,8 miliar yang dikirimkan ke Indonesia.
Di hilir, Pertamina telah berhasil melakukan ekspor produk unggulan avtur dan pelumas. Layanan avtur Pertamina telah tersedia di 128 lokasi di 47 negara. Sedangkan produk pelumas Pertamina telah diekspor ke 14 negara dengan pasar terbesar di Asia, Afrika dan Australia.
Terbaru, Pertamina juga telah berhasil melakukan Global Branding melalui pembangunan Pertamina Mandalika International Street Circuit, sebagai dukungan Pertamina untuk Indonesia.
(atk)
Lihat Juga :