Di Tengah Larangan Ekspor, Raja Batu Bara Borong (Lagi) Saham Perusahaannya
Selasa, 04 Januari 2022 - 10:25 WIB
loading...
A
A
A
"Transaksi dilakukan pada 27 30 Desember 2021 dengan tujuan untuk investasi dan dengan status kepemilikan langsung," tulis Dato Low Tuck Kwong.
Dengan tambahan tersebut, saham yang dimiliki Dato Low Tuck Kwong di Bayan Resources menjadi 1,83 miliar lembar atau 55,20%. Melesat dari sebelumnya hanya sekitar 1,83 miliar saham atau 55,19%.
Hingga akhir September 2021, BYAN membukukan pendapatan USD1,74 miliar atau setara Rp25,07 triliun (asumsi kurs Rp14.337 per dolar AS) hingga kuartal III 2021. Pendapatan Bayan Resources tumbuh 74,34 persen dari periode sama tahun sebelumnya USD 1 miliar atau setara Rp14,38 triliun.
Baca juga: Lupa Aktifkan Rem Tangan, Mobil Travel di Atas Kapal Feri Tercebur ke Laut
Sementara itu, manajemen BYAN menargetkan produksi batu bara hingga 50 juta ton per tahun mulai 2022 seiring dengan selesainya proyek jalan angkutan (haul road) dan fasilitas pemuatan tongkang (barge loading) pada 2022.
Dengan tambahan tersebut, saham yang dimiliki Dato Low Tuck Kwong di Bayan Resources menjadi 1,83 miliar lembar atau 55,20%. Melesat dari sebelumnya hanya sekitar 1,83 miliar saham atau 55,19%.
Hingga akhir September 2021, BYAN membukukan pendapatan USD1,74 miliar atau setara Rp25,07 triliun (asumsi kurs Rp14.337 per dolar AS) hingga kuartal III 2021. Pendapatan Bayan Resources tumbuh 74,34 persen dari periode sama tahun sebelumnya USD 1 miliar atau setara Rp14,38 triliun.
Baca juga: Lupa Aktifkan Rem Tangan, Mobil Travel di Atas Kapal Feri Tercebur ke Laut
Sementara itu, manajemen BYAN menargetkan produksi batu bara hingga 50 juta ton per tahun mulai 2022 seiring dengan selesainya proyek jalan angkutan (haul road) dan fasilitas pemuatan tongkang (barge loading) pada 2022.
(uka)
Lihat Juga :