Pembiayaan BRI Dukung Ernawati Jadi Pengusaha Sukses dan Berdayakan Kaum Perempuan
Selasa, 04 Januari 2022 - 19:14 WIB
loading...
A
A
A
Dia mampu merekrut dan mempekerjakan kaum perempuan di lingkungannya untuk terlibat dalam usaha yang digeluti. Dia memberi upah kepada pekerjanya senilai Rp150 ribu hingga Rp250 ribu per-hari sesuai payet yang dihasilkan.
Dengan usaha yang terus berkembang, Ernawati kini telah memiliki cabang dengan aset tiga unit toko. Semua toko yang dimilikinya ini pun berkat pembiayaan BRI. Dari tiga toko itu, satu unit telah lunas dan dua toko masih berjalan pembayarannya di BRI Palangka Raya.
Ernawati mengungkapkan usahanya ini mencetak omset hingga Rp12,5 juta per hari per toko. Bahkan dalam keadaan sepi pun, Cahaya Sablon masih mampu menghasilkan omzet Rp7 juta hingga Rp8 juta.
Tekun dan Adaptif
Lebih lanjut, Ernawati berpendapat pengusaha harus pantang menyerah. Terlebih pada periode sulit pandemi ini, usahanya ikut terdampak. Omset usaha sempat anjlok hingga 74 persen, namun dia masih berupaya untuk memperbaiki kondisi usahanya. Dia bahkan mengupayakan kondisi terbaik bagi para pekerja yang tidak mendapat penghasilan lagi.
Ernawati pun menyampaikan pengusaha pun harus adaptif dalam kondisi tersulit. Cahaya Sablon pun kini beralih berjualan masker, dan jenis-jenis herbal untuk tambah-tambah penghasilan. “Alhamdulillah dari bahan-bahan di toko dipayet sendiri. Jadi saya memanfaatkan bahan-bahan brukat kita payet sendiri biar mereka tetap ada pendapatan,” tuturnya memungkasi ceritanya. CM
Dengan usaha yang terus berkembang, Ernawati kini telah memiliki cabang dengan aset tiga unit toko. Semua toko yang dimilikinya ini pun berkat pembiayaan BRI. Dari tiga toko itu, satu unit telah lunas dan dua toko masih berjalan pembayarannya di BRI Palangka Raya.
Ernawati mengungkapkan usahanya ini mencetak omset hingga Rp12,5 juta per hari per toko. Bahkan dalam keadaan sepi pun, Cahaya Sablon masih mampu menghasilkan omzet Rp7 juta hingga Rp8 juta.
Tekun dan Adaptif
Lebih lanjut, Ernawati berpendapat pengusaha harus pantang menyerah. Terlebih pada periode sulit pandemi ini, usahanya ikut terdampak. Omset usaha sempat anjlok hingga 74 persen, namun dia masih berupaya untuk memperbaiki kondisi usahanya. Dia bahkan mengupayakan kondisi terbaik bagi para pekerja yang tidak mendapat penghasilan lagi.
Ernawati pun menyampaikan pengusaha pun harus adaptif dalam kondisi tersulit. Cahaya Sablon pun kini beralih berjualan masker, dan jenis-jenis herbal untuk tambah-tambah penghasilan. “Alhamdulillah dari bahan-bahan di toko dipayet sendiri. Jadi saya memanfaatkan bahan-bahan brukat kita payet sendiri biar mereka tetap ada pendapatan,” tuturnya memungkasi ceritanya. CM
(ars)
Lihat Juga :