Bantu Petani Sawit, Program B30 Dinilai Layak Dilanjutkan
Rabu, 10 Juni 2020 - 12:21 WIB
loading...
Program biodiesel 30 (B30) dinilai sangat layak dilanjutkan mengingat besarnya manfaat dari program tersebut. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Program biodiesel 30% (B30) dinilai masih tetap layak dilanjutkan. Pasalnya, kebijakan ini terbukti efektif mendongkrak harga tandan buah segar (TBS) milik petani dan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).
Ekonom senior Raden Pardede menjelaskan, program B30 ini menyebabkan pasar CPO di dalam negeri meningkat. Peningkatan pasar inilah yang memicu permintaan CPO juga meningkat. Lantaran permintaan yang naik, harga CPO pun ikut terkerek. Tak hanya harga CPO yang meningkat, tapi TBS yang merupakan bahan baku CPO turut menikmati margin.
"Kebijakan ini sangat membantu para petani sawit. Karena itu, kebijakan ini tepat," kata Raden Pardede di Jakarta, Rabu (10/6/2020).
(Baca Juga: Penyerapan Biodiesel Nasional Capai 2,17 Juta KL di Kuartal I 2020)
Menurut Raden Pardede, seandainya saja Indonesia tidak menerapkan program B30, bisa dipastikan harga TBS dan CPO akan lebih rendah jika dibandingkan dengan harga yang terjadi saat ini. Pasalnya, sebagian besar CPO diekspor ke luar negeri. Celakanya, permintaan dunia akan CPO saat ini tengah menurun. Hal ini terjadi karena di saat pandemi ini perekonomian dunia lesu. Industri-industri yang menggunakan bahan baku minyak kelapa sawit juga mengurangi produksinya.
Ekonom senior Raden Pardede menjelaskan, program B30 ini menyebabkan pasar CPO di dalam negeri meningkat. Peningkatan pasar inilah yang memicu permintaan CPO juga meningkat. Lantaran permintaan yang naik, harga CPO pun ikut terkerek. Tak hanya harga CPO yang meningkat, tapi TBS yang merupakan bahan baku CPO turut menikmati margin.
"Kebijakan ini sangat membantu para petani sawit. Karena itu, kebijakan ini tepat," kata Raden Pardede di Jakarta, Rabu (10/6/2020).
(Baca Juga: Penyerapan Biodiesel Nasional Capai 2,17 Juta KL di Kuartal I 2020)
Menurut Raden Pardede, seandainya saja Indonesia tidak menerapkan program B30, bisa dipastikan harga TBS dan CPO akan lebih rendah jika dibandingkan dengan harga yang terjadi saat ini. Pasalnya, sebagian besar CPO diekspor ke luar negeri. Celakanya, permintaan dunia akan CPO saat ini tengah menurun. Hal ini terjadi karena di saat pandemi ini perekonomian dunia lesu. Industri-industri yang menggunakan bahan baku minyak kelapa sawit juga mengurangi produksinya.
Lihat Juga :