Orang Terkaya Kelima di Indonesia Borong 5,4 Juta Lembar Saham BRPT
Kamis, 06 Januari 2022 - 11:02 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Daftar Lengkap 50 Orang Terkaya Indonesia Versi Forbes di 2021
Sebagai informasi, pada tahun 2021 lalu tercatat Prajogo Pangestu berada pada posisi kelima orang terkaya di Indonesia dengan jumlah kekayaan mencapai sebesar USD6,1 miliar. Ia mengawali bisnis pada akhir 1970-an melalui Djajanti Tember Group, dan membentuk Barito Pacific.
Menurut laporan, Prajogo pernah mendapatkan konsesi hutan sebanyak 6 juta hektar lebih. Operasi pemotongan kayunya sekarang jauh lebih kecil dari sebelumnya, tetapi kekayaannya masih tertimbun di Tri Polyta Indonesia Tbk, produsen 'polypropylene' terbesar di Indonesia. Kongsi dengan Kartini Muljadi. Perusahaannya Barito Pacific Timber go public pada tahun 1993 dan mengubah namanya menjadi Barito Pacific setelah mengurangi bisnis kayunya pada tahun 2007.
Pada tahun 2007 Barito Pacific mengakuisisi 70% perusahaan petrokimia Chandra Asri, yang juga diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 2011 Chandra Asri bergabung dengan Tri Polyta Indonesia dan menjadi produsen petrokimia terintegrasi terbesar di negara itu. Thaioil mengakuisisi 15% saham Chandra Asri pada Juli 2021. Mereka akan mulai mengembangkan situs petrokimia kedua pada tahun 2022.
Sebagai informasi, pada tahun 2021 lalu tercatat Prajogo Pangestu berada pada posisi kelima orang terkaya di Indonesia dengan jumlah kekayaan mencapai sebesar USD6,1 miliar. Ia mengawali bisnis pada akhir 1970-an melalui Djajanti Tember Group, dan membentuk Barito Pacific.
Menurut laporan, Prajogo pernah mendapatkan konsesi hutan sebanyak 6 juta hektar lebih. Operasi pemotongan kayunya sekarang jauh lebih kecil dari sebelumnya, tetapi kekayaannya masih tertimbun di Tri Polyta Indonesia Tbk, produsen 'polypropylene' terbesar di Indonesia. Kongsi dengan Kartini Muljadi. Perusahaannya Barito Pacific Timber go public pada tahun 1993 dan mengubah namanya menjadi Barito Pacific setelah mengurangi bisnis kayunya pada tahun 2007.
Pada tahun 2007 Barito Pacific mengakuisisi 70% perusahaan petrokimia Chandra Asri, yang juga diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 2011 Chandra Asri bergabung dengan Tri Polyta Indonesia dan menjadi produsen petrokimia terintegrasi terbesar di negara itu. Thaioil mengakuisisi 15% saham Chandra Asri pada Juli 2021. Mereka akan mulai mengembangkan situs petrokimia kedua pada tahun 2022.
(akr)
Lihat Juga :