Gara-gara Risalah The Fed Bursa Saham Asia Kebakaran
Kamis, 06 Januari 2022 - 11:57 WIB
loading...
A
A
A
"Ada risiko bahwa The Fed dapat membuat kesalahan saat memutuskan kebijakaan saat ini dengan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan," kata Ekonom Senior Union Bancaire Privee, Carlos Casanova, dilansir Reuters, Kamis (6/1/2022).
Otoritas The Fed mengatakan, dalam risalah pertemuan Desember, bahwa pasar tenaga kerja yang "sangat ketat" dan inflasi yang tidak mereda membuat mereka harus menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan dan mulai mengurangi kepemilikan aset secara keseluruhan sebagai rem kedua terhadap ekonomi.
Seluruh pejabat The Fed khawatir atas laju kenaikan harga di tengah kemacetan pasokan global. Pandangan Fed yang lebih hawkish ini mendorong imbal hasil treasuri AS menjadi lebih tinggi. Pada hari Kamis (6/1/2022), imbal hasil untuk tenor 10 tahun AS tetap tinggi di 1,6929%, tidak jauh dari penutupan Rabu (5/1/20220 di 1,7030%.
Imbal hasil AS yang lebih tinggi mendongkrak penguatan dolar, meskipun mata uang lain tampak memberi perlawanan dengan kenaikan cukup signifikan.
Otoritas The Fed mengatakan, dalam risalah pertemuan Desember, bahwa pasar tenaga kerja yang "sangat ketat" dan inflasi yang tidak mereda membuat mereka harus menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan dan mulai mengurangi kepemilikan aset secara keseluruhan sebagai rem kedua terhadap ekonomi.
Seluruh pejabat The Fed khawatir atas laju kenaikan harga di tengah kemacetan pasokan global. Pandangan Fed yang lebih hawkish ini mendorong imbal hasil treasuri AS menjadi lebih tinggi. Pada hari Kamis (6/1/2022), imbal hasil untuk tenor 10 tahun AS tetap tinggi di 1,6929%, tidak jauh dari penutupan Rabu (5/1/20220 di 1,7030%.
Imbal hasil AS yang lebih tinggi mendongkrak penguatan dolar, meskipun mata uang lain tampak memberi perlawanan dengan kenaikan cukup signifikan.
Lihat Juga :