Terimbas Aksi Jual di Wall Street, IHSG Hari Ini Diprediksi Turun
Jum'at, 07 Januari 2022 - 08:15 WIB
loading...
IHSG hari ini diprediksi turun. Foto/EkoPurwanto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini , Jumat (7/1/2022) bergerak sideways cenderung turun pada sepanjang perdagangan. IHSG akan bergerak di rentang 6.604-6.700.
Baca juga: Loyo, IHSG Hari Ini Ditutup Melemah ke Level 6.653
Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, kondisi itu karena indeks di Wall Street kembali dilanda aksi jual. Sebagai dampak atas beberapa faktor di antaranya rilis risalah rapat The Fed yang lebih hawkish terkait percepatan taper tantrum dan kenaikan suku bunga.
"Naiknya yield obligasi AS ke level tertinggi dan terus meningkatnya kasus baru covid, membuat Indeks DJIA turun kembali 0,47%," kata Edwin dalam risetnya, Jumat (7/1/2022).
Edwin menambahkan, jika turunnya Indeks DJIA dikombinasikan dengan kembali naiknya yield obligasi AS tenor dua tahun dan 10 tahun masing-masing sebesar 5,49% dan 1,37%. Serta turunnya harga beberapa komoditas seperti emas (2,04%), CPO (1,28 dan Nikel (0,85%).
"Di tengah peluang akan kembali naiknya yield obligasi Indonesia dan akan kembali melemahnya rupiah berpotensi menjadi negatif pendorong IHSG bergerak sideways cenderung turun," ujarnya.
Baca juga: Terungkap, Kapal Selam Rusia Tabrakan dengan Kapal Perang Inggris
Edwin kemudian merekomendasikan sejumlah saham yang bisa dipertimbangkan investor. Di antaranya, ADRO, ITMG, PTBA, HRUM, AGII, ASII, ISAT, JPFA, MIKA, dan ADHI.
Baca juga: Loyo, IHSG Hari Ini Ditutup Melemah ke Level 6.653
Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, kondisi itu karena indeks di Wall Street kembali dilanda aksi jual. Sebagai dampak atas beberapa faktor di antaranya rilis risalah rapat The Fed yang lebih hawkish terkait percepatan taper tantrum dan kenaikan suku bunga.
"Naiknya yield obligasi AS ke level tertinggi dan terus meningkatnya kasus baru covid, membuat Indeks DJIA turun kembali 0,47%," kata Edwin dalam risetnya, Jumat (7/1/2022).
Edwin menambahkan, jika turunnya Indeks DJIA dikombinasikan dengan kembali naiknya yield obligasi AS tenor dua tahun dan 10 tahun masing-masing sebesar 5,49% dan 1,37%. Serta turunnya harga beberapa komoditas seperti emas (2,04%), CPO (1,28 dan Nikel (0,85%).
"Di tengah peluang akan kembali naiknya yield obligasi Indonesia dan akan kembali melemahnya rupiah berpotensi menjadi negatif pendorong IHSG bergerak sideways cenderung turun," ujarnya.
Baca juga: Terungkap, Kapal Selam Rusia Tabrakan dengan Kapal Perang Inggris
Edwin kemudian merekomendasikan sejumlah saham yang bisa dipertimbangkan investor. Di antaranya, ADRO, ITMG, PTBA, HRUM, AGII, ASII, ISAT, JPFA, MIKA, dan ADHI.
(uka)
Lihat Juga :