Waspada, Bulan Depan Puncak Kasus Omicron di Indonesia
Selasa, 11 Januari 2022 - 22:25 WIB
loading...
A
A
A
Luhut menyampaikan, saat ini angka kasus Omicron di Indonesia telah mencapai 802 kasus dan didominasi Pelaku perjalanan Luar negeri atau PPLN. Untuk itu, dia meminta masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri dalam 2-3 minggu ke depan. Pasalnya, dari 537 kasus di Jakarta, 435 kasus berasal dari PPLN.
Baca juga: Kasus Omicron Melonjak, Menkes Fokuskan Penanganan dengan Telemedicine
Sebagai informasi, Omicron telah teridentifikasi di 150 negara dan menimbulkan gelombang baru dengan puncak yang lebih tinggi di berbagai negara dunia. “Indonesia bukan tidak mungkin dapat mengalami hal yang sama. Namun kita tidak perlu panik, tetapi kita tetap waspada," tandasnya.
Luhut menyebut Indonesia saat ini jauh lebih siap dalam menghadapi potensi gelombang varian Omicron. Dasarnya adalah tingkat vaksinasi sudah lebih tinggi, kapasitas testing dan tracing kita juga jauh lebih tinggi.
Selain itu, sistem kesehatan juga sudah lebih siap, baik dalam hal obat-obatan (termasuk molnupiravir dari Merck), tempat tidur RS, tenaga kesehatan, oksigen, dan fasilitas isolasi terpusat.
Baca juga: Kasus Omicron Melonjak, Menkes Fokuskan Penanganan dengan Telemedicine
Sebagai informasi, Omicron telah teridentifikasi di 150 negara dan menimbulkan gelombang baru dengan puncak yang lebih tinggi di berbagai negara dunia. “Indonesia bukan tidak mungkin dapat mengalami hal yang sama. Namun kita tidak perlu panik, tetapi kita tetap waspada," tandasnya.
Luhut menyebut Indonesia saat ini jauh lebih siap dalam menghadapi potensi gelombang varian Omicron. Dasarnya adalah tingkat vaksinasi sudah lebih tinggi, kapasitas testing dan tracing kita juga jauh lebih tinggi.
Selain itu, sistem kesehatan juga sudah lebih siap, baik dalam hal obat-obatan (termasuk molnupiravir dari Merck), tempat tidur RS, tenaga kesehatan, oksigen, dan fasilitas isolasi terpusat.
Lihat Juga :