Buntut Kenaikan Harga Kedelai, Pedagang Gorengan: Tipiskan Tempe atau Untung
Rabu, 12 Januari 2022 - 14:43 WIB
loading...
A
A
A
"Saya beli tempe di pasar harganya masih sama, Rp6.000 (per papan). Tapi karena kedelainya naik, penjualnya ngecilin ukuran tempe. Karena tempe di pasar kecil, saya jual juga kecil," kata Maman saat ditemui MNC Portal Indonesia di Rabu (11/1/2022).
Beda dengan Maman, Supriyatna (50), pedagang gorengan lainnya, mengatakan ada kenaikan harga tempe yang dibelinya. Jika biasanya dia membeli tempe seharga Rp5.000, kini naik jadi Rp6.000.
Meski harga tempe yang dibelinya mengalami kenaikan, Supriyatna mengaku tak latah menaikkan harga ke pembeli. Tidak juga mengecilkan ukuran dagangannya, dengan tujuan pembeli tetap datang kembali.
Sayangnya keputusan itu membuat, keuntungannya menipis. Ditambah kenaikan bahan baku lain, seperti minyak goreng, terigu, dan cabai, keuntungannya hanya pas untuk makan saja.
Baca juga: Matahari Buatan China Diklaim 5 Kali Lebih Panas dari Aslinya
"Apa-apa sekarang naik, jadi keuntungannya tipis, paling cuma Rp100.000. Buat makan aja sudah habis," imbuh Supriyatna.
Beda dengan Maman, Supriyatna (50), pedagang gorengan lainnya, mengatakan ada kenaikan harga tempe yang dibelinya. Jika biasanya dia membeli tempe seharga Rp5.000, kini naik jadi Rp6.000.
Meski harga tempe yang dibelinya mengalami kenaikan, Supriyatna mengaku tak latah menaikkan harga ke pembeli. Tidak juga mengecilkan ukuran dagangannya, dengan tujuan pembeli tetap datang kembali.
Sayangnya keputusan itu membuat, keuntungannya menipis. Ditambah kenaikan bahan baku lain, seperti minyak goreng, terigu, dan cabai, keuntungannya hanya pas untuk makan saja.
Baca juga: Matahari Buatan China Diklaim 5 Kali Lebih Panas dari Aslinya
"Apa-apa sekarang naik, jadi keuntungannya tipis, paling cuma Rp100.000. Buat makan aja sudah habis," imbuh Supriyatna.
(uka)
Lihat Juga :