Respons Anker Soal Rencana Kenaikan Harga Tiket KRL Commuter Line
Kamis, 13 Januari 2022 - 19:00 WIB
loading...
Para Anker (Anak Kereta) memberikan respons beragam terkait dengan rencana kenaikan tarif Kereta Rel Listrik atau KRL Commuter Line dari Rp3.000 menjadi Rp5.000 untuk 25Km pertama. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Para Anker (Anak Kereta) memberikan respons beragam terkait dengan rencana kenaikan tarif Kereta Rel Listrik atau KRL Commuter Line dari Rp3.000 menjadi Rp5.000 untuk 25Km pertama. Meski baru sebatas rencana, perubahan yang ditargetkan mulai berlaku April 2022 itu mendapatkan banyak perhatian.
Baca Juga: Pengguna KRL Commuter Line Selama Ini Disubsidi Negara Rp11.981, Sudah Saatnya Tarif Naik
Calon penumpang bernama Wulan yang ditemui MNC Portal di Stasiun Gondangdia mengatakan, setuju namun dengan catatan. Menurutnya ketika ada harga yang naik, maka fasilitas dan layanan harus naik atau ditambahkan.
"Sebenarnya sih tidak perlu dinaikan karena memang kalau untuk kereta yang menjadi transportasi umum banyak yang naik, tidak hanya orang Jakarta, kecuali kalau memang pelayanannya diperbaiki," ujar Wulan kepada MNC Portal, Kamis (13/1/2022).
Selanjutnya Iman pengguna KRL yang setiap hari harus mengakses KRL dari Bekasi - Jakarta Pusat juga kurang setuju jika tarif KRL dinaikan. Sebab KRL ini digunakan oleh banyak kalangan masyarakat, mulai dari ekonomi rendah hingga menengah.
Baca Juga: Pengguna KRL Commuter Line Selama Ini Disubsidi Negara Rp11.981, Sudah Saatnya Tarif Naik
Calon penumpang bernama Wulan yang ditemui MNC Portal di Stasiun Gondangdia mengatakan, setuju namun dengan catatan. Menurutnya ketika ada harga yang naik, maka fasilitas dan layanan harus naik atau ditambahkan.
"Sebenarnya sih tidak perlu dinaikan karena memang kalau untuk kereta yang menjadi transportasi umum banyak yang naik, tidak hanya orang Jakarta, kecuali kalau memang pelayanannya diperbaiki," ujar Wulan kepada MNC Portal, Kamis (13/1/2022).
Selanjutnya Iman pengguna KRL yang setiap hari harus mengakses KRL dari Bekasi - Jakarta Pusat juga kurang setuju jika tarif KRL dinaikan. Sebab KRL ini digunakan oleh banyak kalangan masyarakat, mulai dari ekonomi rendah hingga menengah.
Lihat Juga :