Butuh Rp99,9 Triliun, Pabrik Baterai Holding BUMN Belum Jelas
Jum'at, 14 Januari 2022 - 06:52 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga : Kaya Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik, Semestinya RI Jadi Pemain Global
Salah satu alasannya, penggunaan kendaraan listrik roda dua lebih ekonomis. Terlebih jika digunakan untuk menunjang kegiatan pekerjaan atau berusaha. “Untuk mengisi baterai kendaraan roda dua listrik butuh waktu sekitarempatjam untuk pemakaian 50 kilometer,” katanya. Dari sisi keekonomian, lanjut Pahala, akan lebih ekonomis, termasuk saat digunakan untuk mobilitas dan bekerja seperti transportasi berbasis daring. “Kita akan besarkan Gesits,” lanjut Pahala.
Gesits merupakan motor listrik yang menggendong dapur pacu baterai Li-NCM 72 Volt 20 Ampere Hour (AH) yang diletakkan di bagasi. Tenaga puncak yang dapat dihasilkan mencapai 6,8 PS, setara dengan motor bensin bermesin 110 cc.Gesits merupakan motor listrik yang diproduksi oleh PT Wika Industri Manufaktur (WIMA), perusahaan patungan PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi dengan PT GESITS Technologies Indo. Motor listrik itu diproduksi di pabrik PT Wika Industri dan Konstruksi di Gunung Putri Bogor dengan kapasitas produksi 50.000 unit per tahun.
Baca Juga : Gawat, Populasi Kendaraan Listrik di Indonesia Belum Sesuai Target Roadmap
Adapun industri automotif nasional yang tergabung dalam Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai, harga kendaraan listrik yang masih mahal menjadi tantangan yang harus dihadapi para pemangku kepentingan dalam memacu ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Dari catatan Gaikindo, penjualan mobil battery electric vehicle(BEV) pada periode Januari-November 2021 hanya 675 unit. Adapun plug-in hybrid electric vehicles (PHEV ) hanya 46 unit. (Anton C)
Salah satu alasannya, penggunaan kendaraan listrik roda dua lebih ekonomis. Terlebih jika digunakan untuk menunjang kegiatan pekerjaan atau berusaha. “Untuk mengisi baterai kendaraan roda dua listrik butuh waktu sekitarempatjam untuk pemakaian 50 kilometer,” katanya. Dari sisi keekonomian, lanjut Pahala, akan lebih ekonomis, termasuk saat digunakan untuk mobilitas dan bekerja seperti transportasi berbasis daring. “Kita akan besarkan Gesits,” lanjut Pahala.
Gesits merupakan motor listrik yang menggendong dapur pacu baterai Li-NCM 72 Volt 20 Ampere Hour (AH) yang diletakkan di bagasi. Tenaga puncak yang dapat dihasilkan mencapai 6,8 PS, setara dengan motor bensin bermesin 110 cc.Gesits merupakan motor listrik yang diproduksi oleh PT Wika Industri Manufaktur (WIMA), perusahaan patungan PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi dengan PT GESITS Technologies Indo. Motor listrik itu diproduksi di pabrik PT Wika Industri dan Konstruksi di Gunung Putri Bogor dengan kapasitas produksi 50.000 unit per tahun.
Baca Juga : Gawat, Populasi Kendaraan Listrik di Indonesia Belum Sesuai Target Roadmap
Adapun industri automotif nasional yang tergabung dalam Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai, harga kendaraan listrik yang masih mahal menjadi tantangan yang harus dihadapi para pemangku kepentingan dalam memacu ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Dari catatan Gaikindo, penjualan mobil battery electric vehicle(BEV) pada periode Januari-November 2021 hanya 675 unit. Adapun plug-in hybrid electric vehicles (PHEV ) hanya 46 unit. (Anton C)
(dar)
Lihat Juga :