Kemendag Jamin Pasokan Kedelai, Tempe Tak Bakal Langka
Jum'at, 14 Januari 2022 - 11:45 WIB
loading...
Pasokan kedelai aman, kelangkaan tempe tak akan terjadi. Foto/EkoPurwanto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan ( Kemendag ) memastikan pasokan kedelai aman untuk memenuhi kebutuhan industri tahu dan tempe nasional. Kelangkaan tahu dan tempe di pasaran diperkirakan tidak terjadi.
Baca juga: Buntut Kenaikan Harga Kedelai, Pedagang Gorengan: Tipiskan Tempe atau Untung
"Nggak langka. Pasokan kedelai justru bakalan masuk lagi nih bulan Januari 25 ribu ton. Artinya sudah cukup untuk beberapa bulan," terang Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan saat dihubungi MNC Portal Indonesia (MPI), Jumat (14/1/2022).
Oke menerangkan, naiknya harga kedelai memang terjadi di lingkup pasar. Namun, untuk para pengrajin, Kemendag telah menyediakan pasokan kedelai dengan jumlah yang cukup dan harga terjangkau.
"Soal kenaikan harga, ya, kalau untuk kedelai di pasaran. Tapi kalau untuk di pengrajin tempe, kita sudah sediakan dengan harga yang terjangkau bagi mereka, di bawah Rp10.500 per kilogram. Itu sudah kita pastikan tersedia selalu," tegasnya.
Maka dari itu, sambung Oke, masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan tempe di pasaran. Para pengrajin pun juga demikian, karena pemerintah sudah menyediakan barang dengan harga yang terjangkau.
"Jadi enggak perlu khawatir apa-apa," pungkasnya.
Baca juga: MA AS Blokir Kewajiban Vaksinasi COVID-19 untuk Pekerja Perusahaan Besar
Sebagai informasi, berdasarkan data Chicago Board of Trade (CBOT), pasokan kedelai dunia dipastikan cukup untuk memasok kebutuhan kedelai dunia untuk tahun 2021-2022. Indonesia sendiri memerlukan pasokan kedelai sebanyak 3 juta ton per tahun, 2,6 juta ton pasokan kedelai tersebut berasal dari pasar impor.
Baca juga: Buntut Kenaikan Harga Kedelai, Pedagang Gorengan: Tipiskan Tempe atau Untung
"Nggak langka. Pasokan kedelai justru bakalan masuk lagi nih bulan Januari 25 ribu ton. Artinya sudah cukup untuk beberapa bulan," terang Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan saat dihubungi MNC Portal Indonesia (MPI), Jumat (14/1/2022).
Oke menerangkan, naiknya harga kedelai memang terjadi di lingkup pasar. Namun, untuk para pengrajin, Kemendag telah menyediakan pasokan kedelai dengan jumlah yang cukup dan harga terjangkau.
"Soal kenaikan harga, ya, kalau untuk kedelai di pasaran. Tapi kalau untuk di pengrajin tempe, kita sudah sediakan dengan harga yang terjangkau bagi mereka, di bawah Rp10.500 per kilogram. Itu sudah kita pastikan tersedia selalu," tegasnya.
Maka dari itu, sambung Oke, masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan tempe di pasaran. Para pengrajin pun juga demikian, karena pemerintah sudah menyediakan barang dengan harga yang terjangkau.
"Jadi enggak perlu khawatir apa-apa," pungkasnya.
Baca juga: MA AS Blokir Kewajiban Vaksinasi COVID-19 untuk Pekerja Perusahaan Besar
Sebagai informasi, berdasarkan data Chicago Board of Trade (CBOT), pasokan kedelai dunia dipastikan cukup untuk memasok kebutuhan kedelai dunia untuk tahun 2021-2022. Indonesia sendiri memerlukan pasokan kedelai sebanyak 3 juta ton per tahun, 2,6 juta ton pasokan kedelai tersebut berasal dari pasar impor.
(uka)
Lihat Juga :