Uang Kripto Senilai Rp5,68 Triliun Raib Dicuri Hacker Korea Utara
Sabtu, 15 Januari 2022 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
Dompet Cryptocurrency yang terhubung ke internet dan jaringan cryptocurrency disebut rentan terhadap aksi serangan siber. Mereka digunakan untuk mengirim dan menerima cryptocurrency, dan memungkinkan pengguna untuk melihat berapa banyak token yang mereka miliki.
![Uang Kripto Senilai Rp5,68 Triliun Raib Dicuri Hacker Korea Utara]()
Banyak ahli merekomendasikan memindahkan sejumlah besar cryptocurrency yang tidak diperlukan sehari-hari ke dompet pasif yang terputus dari jaringan internet yang lebih luas. Chainalysis mengatakan, kemungkinan bahwa banyak serangan siber tahun lalu dilakukan oleh apa yang disebut Lazarus Group, sebuah kelompok hacker yang telah dipantau oleh Amerika Serikat (AS)
Kelompok hacker ini diyakini dikendalikan oleh biro intelijen utama Korea Utara, the Reconnaissance General Bureau. Lazarus Group sebelumnya telah dituduh terlibat dalam serangan ransomware "WannaCry", peretasan bank internasional dan akun pelanggan serta serangan siber terhadap Sony Pictures pada tahun 2014, silam.
"Begitu Korea Utara mendapatkan hak pengelolaan dana, mereka memulai proses pencucian dengan hati-hati untuk menutupi dan menguangkannya," tambah laporan tentang serangan siber tahun lalu itu.

Banyak ahli merekomendasikan memindahkan sejumlah besar cryptocurrency yang tidak diperlukan sehari-hari ke dompet pasif yang terputus dari jaringan internet yang lebih luas. Chainalysis mengatakan, kemungkinan bahwa banyak serangan siber tahun lalu dilakukan oleh apa yang disebut Lazarus Group, sebuah kelompok hacker yang telah dipantau oleh Amerika Serikat (AS)
Kelompok hacker ini diyakini dikendalikan oleh biro intelijen utama Korea Utara, the Reconnaissance General Bureau. Lazarus Group sebelumnya telah dituduh terlibat dalam serangan ransomware "WannaCry", peretasan bank internasional dan akun pelanggan serta serangan siber terhadap Sony Pictures pada tahun 2014, silam.
"Begitu Korea Utara mendapatkan hak pengelolaan dana, mereka memulai proses pencucian dengan hati-hati untuk menutupi dan menguangkannya," tambah laporan tentang serangan siber tahun lalu itu.
Lihat Juga :