NFT Makin Populer, Penjualannya Tembus Rp355,29 Triliun di 2021
Minggu, 16 Januari 2022 - 10:42 WIB
loading...
Penjualan NFT mencapai sekitar USD25 miliar atau setara dengan Rp355,29 triliun. Beberapa orang melihat NFTs sebagai masa depan, sedangkan yang lainnya bingung mengapa banyak uang dihabiskan untuk membeli barang yang tidak ada secara fisik. Foto/Dok Reut
A
A
A
NEW YORK - Penjualan NFT tercatat telah mencapai sekitar USD25 miliar atau setara dengan Rp355,29 triliun (Kurs Rp14.211 per USD) pada tahun 2021 kemarin. Hal itu seiring dengan aset kripto yang semakin populer, meski belakangan menunjukkan perlambatan, seperti dilansir data DappRadar.
Harga beberapa aset kripto yang mewakili barang digital seperti gambar, video, atau bahkan tanah di dunia virtual, naik begitu cepat tahun lalu sehingga spekulan terkadang 'membaliknya' untuk mendapatkan keuntungan dalam beberapa hari.
Berdasarkan data DappRadar, volume penjualan NFT mencapai USD24,9 miliar pada tahun 2021, dibandingkan dengan hanya USD94,9 juta pada tahun sebelumnya. Data ini dikumpulkan DappRadar di sepuluh blockchain yang berbeda, yang digunakan untuk merekam siapa yang memiliki NFT.
Baca Juga: Bill Gates Sebut Metaverse NFT Akan Musnahkan Budaya Kerja Saat Ini
Dunia seni dengan cepat mendapatkan uang, dengan satu karya seni NFT sempat mencetak rekor USD69,3 juta senilai Rp984,8 miliar pada penjualan Christie pada bulan Maret, dengan kisaran harga umum adalah USD100 hingga USD1.000 yang jika dirupiahkan mencapai Rp14,2 juta. Sementara itu, beberapa merek top dunia, termasuk Coca Cola dan Gucci, juga telah menjual NFT.
Harga NFT yang paling dicari sangat fluktuatif. Harga jual rata-rata gambar CryptoPunk naik dari sekitar USD100.000 di bulan Juli menjadi hampir USD500.000 di bulan November. Pada Desember turun menjadi sekitar USD350.000.
Perkiraan volume bervariasi menurut penyedia data yang berbeda, tergantung pada apa yang disertakan. Transaksi yang berlangsung off-chain, seperti penjualan seni NFT besar di rumah lelang, sering kali tidak terekam oleh data.
Harga beberapa aset kripto yang mewakili barang digital seperti gambar, video, atau bahkan tanah di dunia virtual, naik begitu cepat tahun lalu sehingga spekulan terkadang 'membaliknya' untuk mendapatkan keuntungan dalam beberapa hari.
Berdasarkan data DappRadar, volume penjualan NFT mencapai USD24,9 miliar pada tahun 2021, dibandingkan dengan hanya USD94,9 juta pada tahun sebelumnya. Data ini dikumpulkan DappRadar di sepuluh blockchain yang berbeda, yang digunakan untuk merekam siapa yang memiliki NFT.
Baca Juga: Bill Gates Sebut Metaverse NFT Akan Musnahkan Budaya Kerja Saat Ini
Dunia seni dengan cepat mendapatkan uang, dengan satu karya seni NFT sempat mencetak rekor USD69,3 juta senilai Rp984,8 miliar pada penjualan Christie pada bulan Maret, dengan kisaran harga umum adalah USD100 hingga USD1.000 yang jika dirupiahkan mencapai Rp14,2 juta. Sementara itu, beberapa merek top dunia, termasuk Coca Cola dan Gucci, juga telah menjual NFT.
Harga NFT yang paling dicari sangat fluktuatif. Harga jual rata-rata gambar CryptoPunk naik dari sekitar USD100.000 di bulan Juli menjadi hampir USD500.000 di bulan November. Pada Desember turun menjadi sekitar USD350.000.
Perkiraan volume bervariasi menurut penyedia data yang berbeda, tergantung pada apa yang disertakan. Transaksi yang berlangsung off-chain, seperti penjualan seni NFT besar di rumah lelang, sering kali tidak terekam oleh data.
Lihat Juga :