Miliarder Ini Ngaku Tak Peduli Soal Penindasan Muslim Uighur di China
Selasa, 18 Januari 2022 - 11:34 WIB
loading...
A
A
A
Dia kemudian mengklarifikasi pernyataannya dalam tweet Senin malam, dengan mengakui bahwa dia mengeluarkan pernyataan yang 'kurang empati'. "Sebagai pengungsi, keluarga saya melarikan diri dari negara dengan serangkaian masalah hak asasi manusianya sendiri. Sehingga ini adalah sesuatu yang telah menjadi bagian dari pengalaman hidup saya," kata Palihapitiya, yang lahir di Sri Lanka.
"Untuk memperjelas semuanya, keyakinan saya adalah bahwa hak asasi manusia penting, baik di China, Amerika Serikat, atau di tempat lain. Hentikan semuanya."
Baca Juga: Arab Saudi Tahan Cendekiawan Muslim Uighur, Dikhawatirkan Akan Dideportasi ke China
Di sisi lain pada bulan lalu, Gedung Putih mengumumkan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing, dengan alasan "genosida dan kejahatan yang sedang berlangsung terhadap kemanusiaan di Xinjiang dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya."
Pemerintah, kelompok masyarakat sipil dan pejabat PBB sebelumnya telah menyatakan keprihatinan atas langkah-langkah keras Beijing untuk menekan mereka yang mengkritik Partai Komunis China. Sebagai informasi Palihapitiya merupakan mantan eksekutif Facebook, pendiri dan CEO Social Capital, dan pemilik minoritas Golden State Warriors.
"Untuk memperjelas semuanya, keyakinan saya adalah bahwa hak asasi manusia penting, baik di China, Amerika Serikat, atau di tempat lain. Hentikan semuanya."
Baca Juga: Arab Saudi Tahan Cendekiawan Muslim Uighur, Dikhawatirkan Akan Dideportasi ke China
Di sisi lain pada bulan lalu, Gedung Putih mengumumkan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing, dengan alasan "genosida dan kejahatan yang sedang berlangsung terhadap kemanusiaan di Xinjiang dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya."
Pemerintah, kelompok masyarakat sipil dan pejabat PBB sebelumnya telah menyatakan keprihatinan atas langkah-langkah keras Beijing untuk menekan mereka yang mengkritik Partai Komunis China. Sebagai informasi Palihapitiya merupakan mantan eksekutif Facebook, pendiri dan CEO Social Capital, dan pemilik minoritas Golden State Warriors.
(akr)
Lihat Juga :