Kolaborasi Kemenparekraf dan Santripreneur, Sandiaga: Bisa Ciptakan 20 Juta Lapangan Kerja

Rabu, 19 Januari 2022 - 09:26 WIB
loading...
Kolaborasi Kemenparekraf...
Menparekraf Sandiaga Uno. Foto/Dok Kemenparekraf
A A A
JAKARTA - Kolaborasi Santripreneur Indonesia dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) diharapkan dapat menjadi titik balik kebangkitan ekonomi bangsa. Lewat digitalisasi dan inovasi, kolaborasi diyakini mampu memulihkan ekonomi serta memperluas kesempatan kerja.

Keyakinan itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam audiensi dengan Santripreneur Indonesia di Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa (18/1/2022).

Baca juga: RI Pimpin ASEAN Tourism Forum, Menparekraf Sandiaga: ATF 2023 Digelar di Yogyakarta

Audiensi dihadiri KH Ahmad Sugeng Utomo, H Bambang Sutejo, KH Abdullah Affaz, Achmad Muzzaki, Arif Sudrajat, GNP Ngurah Yasa, HM Asrori dan KH Bukhori Al Zachrowi.

Pada kesempatan itu, Sandiaga Uno mengaku mendukung penuh sejumlah program yang diusung Santripreneur Indonesia, seperti Santri Camp Boot 2019, Santripreneur Awards, Santripreneur Bisnis Forum, Santripreneur Inspiratif Talkshow dan lainnya.

Sejumlah program tersebut katanya bisa diselaraskan dengan konsep Santri Digitalpreneur yang diusung Kemenparekraf. Tujuannya agar hadir sejumlah program tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu sesuai dengan kebutuhan rakyat.

"Kita harus kolaborasi, jangan sendiri-sendiri, sehingga output-nya lebih maksimal. Kolaborasi ini bagian dari upaya pemulihan ekonomi untuk memperluas kesempatan kerja," kata Sandiaga, dikutip Rabu (19/1/2022).

Baca juga: Sandiaga Ajak Generasi Milenial dan Gen Z Manfaatkan Peluang Digital di Era Metaverse

"Kita ingin santri-santri ini lulus dari pesantren bukan sebagai pencari kerja, tapi justru menciptakan lapangan kerja," tambahnya.

Lebih lanjut dipaparkannya, masyarakat kini sangat mengharapkan kebangkitan ekonomi. Hal itu dibuktikannya lewat kunjungan kerjanya menjajaki pelosok Nusantara, mulai dari Aceh sampai Papua.

Dirinya melihat kesenjangan yang terjadi di masyarakat. Terlebih pandemi covid-19 yang membuat situasi ketidakadilan semakin melebar.

"Nah di sinilah konsep Islam yang Rahmatan Lil Alamin dan menuju Indonesia sejahtera, adil dan makmur Baldatun Toyyibatun Warrobbun Ghafur bisa kita kemas dalam satu kolaborasi yang baik," ungkapnya.

Membangun kondisi sosial ekonomi masyarakat, ekonomi umat dan kemaslahatan kita agar kita semua berlomba-lomba dalam kebaikan, kita pastikan bahwa apa yang kita lakukan ini komprehensif, menyeluruh, lebih adil dan lebih merata," jelasnya.

Terakhir, Sandiaga Uno mengingatkan kolaborasi harus segera dieksekusi. Mengingat satu wirausaha mampu melahirkan empat lapangan kerja.



Sehingga apabila dikalikan dengan jumlah santri di Indonesia yang mencapai 5 juta orang, jumlah lapangan kerja yang tercipta mencapai 20 juta.

"Jadi, nggak pake lama, nggak pake ribet, nggak pake ruwet, kita implementasi kebijakan secara tegas, kita hadirkan kebangkitan ekonomi untuk menghadapi tantangan ke depan, terutama tentang lapangan pekerjaan ini melalui kegiatan wirausaha," papar Sandiaga.

"Kita sangat ingin segera bergerak, mudah-mudahan ini kita niatkan sebagai ibadah dan 2022 ini adalah tahun kebangkitan ekonomi," pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IMAC Film Festival Sukses...
IMAC Film Festival Sukses Angkat Ekosistem Industri Kreatif Film Tanah Air
Rocket Day 2025, 25...
Rocket Day 2025, 25 Pengusaha Muda Buka Peluang Ekonomi Senilai Rp4,17 Miliar
UMKM Binaan Pertamina...
UMKM Binaan Pertamina Bukukan Transaksi Rp206 Miliar di AGRINEX 2025
Pamer Desa Emas 2025...
Pamer Desa Emas 2025 di Agrinex Expo, Sandiaga Uno: Dorong Kedaulatan Pangan dan Lapangan Kerja
Sandiaga Uno Bicara...
Sandiaga Uno Bicara Soal Peluang Percepat Pertumbuhan Ekonomi
Sandiaga Uno: Asia Bisa...
Sandiaga Uno: Asia Bisa Ubah Risiko Iklim Jadi Peluang Ekonomi
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Rekomendasi
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Rekrutmen Penggerak...
Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Resmi Diperpanjang, Daftar di Link Ini
10 Rahasia Puasa Asyura...
10 Rahasia Puasa Asyura yang Jarang Diketahui, Nomor 1 Sangat Istimewa
Berita Terkini
AHY Targetkan Bandara...
AHY Targetkan Bandara Soekarno-Hatta Tembus 10 Besar Terbaik Dunia di 2029
Apindo: DSI Bisa Perkuat...
Apindo: DSI Bisa Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha
MNC Bank Jambi Serahkan...
MNC Bank Jambi Serahkan Hadiah Motor Program Tabungan Dahsyat
Bendungan Bulango Ulu...
Bendungan Bulango Ulu Garapan Brantas Abipraya Siap Dukung Ketahanan Pangan dan Air di Gorontalo
Prinsip Berkelanjutan,...
Prinsip Berkelanjutan, Jasa Marga Tingkatkan Pengelolaan Green Toll Road
Jangan Tunggu Nanti!...
Jangan Tunggu Nanti! Lakukan Langkah Ini Sekarang demi Jadi Agen BRILink Terbaik 2026
Infografis
Pentagon: China Bisa...
Pentagon: China Bisa Hancurkan Semua Kapal Induk AS dalam 20 Menit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved