Industri Sawit Tahan Banting di Tengah Pandemi Covid-19

Kamis, 11 Juni 2020 - 14:15 WIB
loading...
A A A
Selain produksi berjalan relatif normal, ekspor sawit ke sejumlah pasar tradisional juga berjalan cukup baik. Fadhil mengakui terjadi penurunan permintaan sawit di beberapa negara, yakni China, India dan Pakistan. Pengurangan permintaan dari China disebabkan karena negara itu menerapkan karantina wilayah sehingga sulit mendapatkan akses pelabuhan. Sedangkan India dan Pakistan lebih disebabkan karena harga minyak sawit tidak kompetitif. "India juga menerapkan aturan impor baru yang menghambat ekspor minyak sawit," jelasnya.

Fadhil Hasan mengungkapkan sangat mengapreasiasi pemerintah terkait dukungan dan komitmennya terhadap kebijakan B-30. Saat ini, ada masalah dengan program B30 yang agak terhambat. Karena harga minyak yang jatuh dan Covid-19 menyebabkan biaya untuk menutupi selisih harga diesel dan biodiesel meningkat tajam.

Manurut Fadhil, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk menyelamatkan program B-30. Yaitu dengan meningkatkan pungutan menjadi USD55 dari USD50 sebelumnya. Selain itu, pemerintah telah mengalokasikan anggaran negara sebesar Rp2,87 triliun untuk program tersebut. "Komitmen pemerintah terhadap program B30 Ini telah menyelamatkan industri sawit," ungkapnya.

Fadhil memperkirakan produksi sawit tahun 2020 sebesar 43,7 juta ton. Sedangkan ekspor minyak sawit (CPO) akan mencapai 27,5 juta ton pada tahun 2020. Angka ini menurun dibandingkan dengan produksi dan ekspor pada tahun 2019 yang masing-masing sebesar 45,5 juta ton dan 28,5 juta ton. Untuk ke depan, imbuh dia, memang diperlukan konsistensi pemerintah untuk berbagi beban dalam menjaga kelansungan industri sawit.

Senada, Direktur Sustainability & Stakeholder Relations Asian Agri Bernard A Riedo mengungkapkan komitmen Asian Agri untuk menjaga keberlanjutan industri sawit. "Menjadi fokus industri sawit untuk mengupayakan pemenuhan kebutuhan saat ini dengan memperhatikan kebutuhan masa yang akan datang dari sudut pandang ekonomi, lingkungan dan sosial," kata Bernard.

Selaras dengan filosofi founder, Asian Agri berkomitmen untuk selalu berkontribusi terlebih dahulu terhadap kepentingan masyarakat, negara, dan lingkungan. Setelah itu, baru untuk kepentingan perusahaan. Untuk menjalankan komitmen tersebut, Asian Agri juga terus menggalakkan upaya untuk memperoleh sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil). Dimana, tahun 2019 Asian Agri telah mencapai 100% sertifikasi ISPO.

Petani swadaya mitra Asian Agri, hingga 2019 telah mendampingi 4 KUD di Riau dan Jambi yang berhasil meraihvsertifikasi RSPO (Roundtable Sustainable Palm Oil) bagi petani swadaya. "100% Petani Plasma mitra Asian Agri mempertahankan RSPO," tegasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rencana Ekspor Sawit...
Rencana Ekspor Sawit melalui BUMN, POPSI: Jangan Mengulang Kesalahan BPPC
ISEI Riau Prakarsai...
ISEI Riau Prakarsai Reformulasi DBH Sawit dan Evaluasi Peran BPDP
PALMEX Jakarta 2026...
PALMEX Jakarta 2026 Jawab Tantangan Industri Sawit Global dari Inovasi hingga Digitalisasi
PALMEX Jakarta 2026...
PALMEX Jakarta 2026 Dorong Industri Sawit Global melalui Inovasi dan Transformasi Digital
Potensi Besar Industri...
Potensi Besar Industri Sawit Terapkan Model Ekonomi Sirkular
Rencana Pemda Pungut...
Rencana Pemda Pungut Pajak Air Permukaan dari Pohon Sawit Dinilai Langgar UU
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Prabowo Sentil Eksportir...
Prabowo Sentil Eksportir Sawit hingga Batu Bara yang Simpan Uang di Luar Negeri
GAPKI Ajak Generasi...
GAPKI Ajak Generasi Muda Pasangkayu Jadi Sobat Sawit Peduli Lingkungan
Rekomendasi
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved