Ini Rencana Bisnis BNI di 2022, Salah Satunya Akuisisi Bank Lain
Kamis, 20 Januari 2022 - 18:12 WIB
loading...
BNI telah menyiapkan rencana strategis baik organik maupun anorganik dalam menjawab potensi ekspansi ekonomi pada tahun ini. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kinerja ekonomi pada 2022 diproyeksi akan lebih kuat seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, efek dari pemulihan pandemi Covid-19. Tahun Macan Air ini diperkirakan dapat menjadi momentum perbankan untuk mendongkrak kinerja fungsi intermediasi sambil menjalankan berbagai aksi korporasi yang mendongkrak kinerja jangka panjang.
Diketahui, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,2% pada tahun ini. Sejalan dengan itu, kredit diperkirakan akan tumbuh di kisaran 6% hingga 8% seiring dengan kebijakan perbankan di Indonesia yang akomodatif dalam mendukung stabilitas ekonomi. Di sisi lain, indikator Purchasing Manager Index (PMI) yang angkanya terus bertahan di atas 50 pada kuartal 4 tahun lalu, menunjukkan aktivitas manufaktur sedang dalam tahap ekspansi.
Baca Juga: Likuiditas Perbankan dalam Kondisi Aman di Akhir Tahun 2021
Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Royke Tumilaar menyampaikan, BNI telah menyiapkan rencana strategis baik organik maupun anorganik dalam menjawab potensi ekspansi ekonomi pada tahun ini. Menurut dia, BNI akan tetap menjaga pertumbuhan kredit lebih kuat di atas rata-rata bank yang setara sambil menjalankan beberapa aksi korporasi seperti penerbitan surat utang, saham, serta akuisisi bank.
“Tentunya kami optimistis kinerja tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu. Terlebih proyeksi pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5% hingga 5,5% tahun ini. Ini saatnya untuk pemulihan ekonomi. Ini saatnya kita ambil momentum ekonomi agar tidak ketinggalan dari recovery-nya negara lain, " katanya di Jakarta, Kamis (20/1/2022).
Diketahui, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,2% pada tahun ini. Sejalan dengan itu, kredit diperkirakan akan tumbuh di kisaran 6% hingga 8% seiring dengan kebijakan perbankan di Indonesia yang akomodatif dalam mendukung stabilitas ekonomi. Di sisi lain, indikator Purchasing Manager Index (PMI) yang angkanya terus bertahan di atas 50 pada kuartal 4 tahun lalu, menunjukkan aktivitas manufaktur sedang dalam tahap ekspansi.
Baca Juga: Likuiditas Perbankan dalam Kondisi Aman di Akhir Tahun 2021
Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Royke Tumilaar menyampaikan, BNI telah menyiapkan rencana strategis baik organik maupun anorganik dalam menjawab potensi ekspansi ekonomi pada tahun ini. Menurut dia, BNI akan tetap menjaga pertumbuhan kredit lebih kuat di atas rata-rata bank yang setara sambil menjalankan beberapa aksi korporasi seperti penerbitan surat utang, saham, serta akuisisi bank.
“Tentunya kami optimistis kinerja tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu. Terlebih proyeksi pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5% hingga 5,5% tahun ini. Ini saatnya untuk pemulihan ekonomi. Ini saatnya kita ambil momentum ekonomi agar tidak ketinggalan dari recovery-nya negara lain, " katanya di Jakarta, Kamis (20/1/2022).
Lihat Juga :