Investasi di Tanah Air Tetap Menarik, Penanam Modal Asing Tak Lagi Mendominasi
Senin, 24 Januari 2022 - 15:02 WIB
loading...
A
A
A
"PMA dan PMDN pada kisaran yang seimbang PMA 50,3% dan PMDN 49,7%. Realisasi antara Jawa dan luar Jawa masih menunjukkan hal positif Di mana di luar Jawa 51,7% dan Jawa 48,3%. Artinya ini sesuatu yang sangat baik supaya realisasi investasi ini seimbang bukan hanya di Jawa," katanya.
Menurutnya, keberhasilan ini tak lepas dari lima langkah BKPM dalam memfasilitasi investor. Pertama, melakukan promosi untuk meyakinkan investor bahwa RI ramah investasi. Langkah kedua, membantu layanan perizinan. Ketiga, membantu financial closing. Keempat, membantu sampai tahap produksi dan terakhir, membantu layanan end to end kepada investor sampai investasi terealisasi.
Pada kesempatan yang sama, SEVP Layanan dan Pengembangan Perusahaan Tercatat Bursa Efek Indonesia (BEI) Saptono Adi Junarso mengungkapkan, pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir dua tahun ini telah mendorong masyarakat mengalokasikan pengeluarannya untuk investasi. Hal ini berdampak positif pada jumlah dan komposisi transaksi investor di pasar modal.
"Kondisi pandemi kemarin ternyata banyak investor mengalokasikan pengeluarannya untuk investasi. Dampak positifnya di tahun 2021 komposisi transaksi investor khususnya investor ritel meningkat dari 36% menjadi 56,2%. Dan yang patut kita syukuri adalah jumlah investor yaitu mencapai 7.152.318 investor di tahun 2021. Kalau dibandingkan tahun lalu kenaikannya mencapai 84,3%," pungkasnya.
Baca Juga: Aturan Anyar PLTS Atap Terbit, Berpeluang Datangkan Investasi Rp63,7 Triliun
Menurutnya, keberhasilan ini tak lepas dari lima langkah BKPM dalam memfasilitasi investor. Pertama, melakukan promosi untuk meyakinkan investor bahwa RI ramah investasi. Langkah kedua, membantu layanan perizinan. Ketiga, membantu financial closing. Keempat, membantu sampai tahap produksi dan terakhir, membantu layanan end to end kepada investor sampai investasi terealisasi.
Pada kesempatan yang sama, SEVP Layanan dan Pengembangan Perusahaan Tercatat Bursa Efek Indonesia (BEI) Saptono Adi Junarso mengungkapkan, pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir dua tahun ini telah mendorong masyarakat mengalokasikan pengeluarannya untuk investasi. Hal ini berdampak positif pada jumlah dan komposisi transaksi investor di pasar modal.
"Kondisi pandemi kemarin ternyata banyak investor mengalokasikan pengeluarannya untuk investasi. Dampak positifnya di tahun 2021 komposisi transaksi investor khususnya investor ritel meningkat dari 36% menjadi 56,2%. Dan yang patut kita syukuri adalah jumlah investor yaitu mencapai 7.152.318 investor di tahun 2021. Kalau dibandingkan tahun lalu kenaikannya mencapai 84,3%," pungkasnya.
Baca Juga: Aturan Anyar PLTS Atap Terbit, Berpeluang Datangkan Investasi Rp63,7 Triliun
Lihat Juga :