Ekonom Imbau SP Pertamina ke Depan Lebih Bijak Suarakan Aspirasi

Senin, 24 Januari 2022 - 20:03 WIB
loading...
Ekonom Imbau SP Pertamina...
Ekonom meminta SP Pertamina ke depan untuk dapat lebih arif dalam dalam menyuarakan aspirasinya. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Serikat Pekerja (SP) Pertamina diimbau untuk tidak lagi mengulangi aksi yang berpotensi mengganggu kepentingan masyarakat seperti ancaman mogok kerja beberapa waktu lalu. SP Pertamina diminta bisa menggunakan cara-cara yang lebih arif dalam menyuarakan aspirasinya.

Hal itu disuarakan Ekonom Universitas Islam Negeri Sumatra Utara Gunawan Benjamin, mengingat pentingnya peran Pertamina terhadap pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat luas. "Jadi jangan lagi sampai ada ancaman-ancaman mogok kerja serupa di masa yang akan datang. Saya berharap ada cara-cara yang lebih baik dalam usaha membangun posisi tawar," kata Gunawan dalam penjelasannya, Senin (24/1/2022).

Baca Juga: Komisi VI DPR Soroti Ancaman Mogok Kerja Karyawan Pertamina

Dosen ekonomi Universitas Islam Negeri Sumatra Utara ini mengingatkan, masyarakat akan menjadi pihak yang paling dirugikan jika aksi mogok kerja tersebut benar-benar terlaksana. Aktivitas masyarakat akan terganggu dan bahkan bisa terhenti akibat mogok kerja tersebut. "Itu bisa jadi bumerang buat serikat pekerja itu sendiri, karena akhirnya akan dikecam banyak orang akibat aksi yang merugikan kepentingan masyarakat," ujarnya.

Dia mengatakan, semua orang tahu bahwa para pekerja Pertamina memiliki kekuatan yang dapat mengontrol distribusi kebutuhan BBM nasional. Karena itu, dia berpesan agar pekerja Pertamina tidak menggunakan kemampuan tersebut demi kepentingan pribadi atau golongan.

"Jangan sampai power yang begitu besar digunakan untuk mencapai pemenuhan kepentingan pribadi atau kelompok dan imbasnya justru mengancam kami masyarakat yang ada di luar," tuturnya.

Baca Juga: Lika Liku Perusahaan Lumpur Lapindo: Dulu Dijual Rp18.400, Kini Simpan Harta Karun Dunia

Terlepas dari itu, Gunawan menghargai aspirasi dari Serikat Pekerja Pertamina untuk meningkatkan kesejahteraan dengan kenaikan gaji. Namun, tegasnya, usaha untuk mencapai hal itu tidak boleh dengan mengabaikan kepentingan masyarakat. "Yang dikhawatirkan kemarin adalah terjadinya panic buying akibat masyarakat sudah mendengar adanya ancaman mogok tersebut yang berpotensi mengganggu pasokan BBM," ujarnya.

Ke depan, serikat pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menurutnya harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat dalam setiap aksinya. Sebab, aksi tersebut bukan hanya akan berdampak pada internal Pertamina, tapi juga terhadap masyarakat luas.

"Pada dasarnya Pertamina ini kan objek vital, perusahaan negara, sehingga sudah seharusnya para pekerjanya sadar untuk lebih mendahulukan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan," tegasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
Pertamina Dikabarkan...
Pertamina Dikabarkan Melarang Mobil 1.400cc Diisi Pertalite, Ini Daftar Kendaraanya
Rekomendasi
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
75 Gol dalam 24 Laga,...
75 Gol dalam 24 Laga, Piala Dunia 2026 Penuh Drama
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
Berita Terkini
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
7 BUMN Kolaborasi Gelar...
7 BUMN Kolaborasi Gelar Blue Impact, Lestarikan Terumbu Karang dan Berdayakan Masyarakat Pesisir
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved