IHSG Hari Ini Diprediksi Loyo, Penurunan Harga Nikel dan CPO jadi Sentimen Negatif
Selasa, 25 Januari 2022 - 07:47 WIB
loading...
IHSG hari ini diprediksi melemah. Foto/Dok Antara
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diprediksi melanjutkan pelemahan. Indeks berpotensi menurun pada sepanjang perdagangan dengan rentang pergerakan di 6.606 - 6.702.
Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, sentimen negatif yang berpotensi menjadi beban bagi IHSG pada hari ini adalah menurun tajamnya harga nikel sekitar 6,88% di tengah turunnya harga minyak sawit mentah atau CPO sebesar 1,18%.
Baca juga: Seharian di Zona Merah, IHSG Hari Ini Ditutup Ambles ke 6.655
Kemudian, berlanjutnya kejatuhan harga minyak di hari ke-4 sekitar 1,60% dan jatuhnya EIDO sebesar 1,06%. Sentimen negatif lainnya adalah perkembangan kasus baru korban Covid-19 serta varian Omicron yang mulai memakan korban jiwa di Indonesia.
Meski ada sederet sentimen negatif, Edwin menyebut ada hal positif lain yang bisa menjadi modal perdagangan di bursa Indonesia hari ini.
"Modal perdagangan di Bursa Indonesia Selasa ini adalah berlanjutnya penguatan harga Coal (batu bara) sebesar 2,35% dan harga Gold (emas) sebesar 0,26%," kata Edwin dalam risetnya, Selasa (25/1/2022).
Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, sentimen negatif yang berpotensi menjadi beban bagi IHSG pada hari ini adalah menurun tajamnya harga nikel sekitar 6,88% di tengah turunnya harga minyak sawit mentah atau CPO sebesar 1,18%.
Baca juga: Seharian di Zona Merah, IHSG Hari Ini Ditutup Ambles ke 6.655
Kemudian, berlanjutnya kejatuhan harga minyak di hari ke-4 sekitar 1,60% dan jatuhnya EIDO sebesar 1,06%. Sentimen negatif lainnya adalah perkembangan kasus baru korban Covid-19 serta varian Omicron yang mulai memakan korban jiwa di Indonesia.
Meski ada sederet sentimen negatif, Edwin menyebut ada hal positif lain yang bisa menjadi modal perdagangan di bursa Indonesia hari ini.
"Modal perdagangan di Bursa Indonesia Selasa ini adalah berlanjutnya penguatan harga Coal (batu bara) sebesar 2,35% dan harga Gold (emas) sebesar 0,26%," kata Edwin dalam risetnya, Selasa (25/1/2022).
Lihat Juga :