Seberapa Menarik Investasi Saham Antam, Begini Kata Analis
Selasa, 25 Januari 2022 - 13:13 WIB
loading...
Pekan lalu, emiten tambang, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) memantul dengan cukup tinggi, yakni naik 12,17 persen atau 210 poin ke level 1935. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pekan lalu, emiten tambang, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) memantul dengan cukup tinggi, yakni naik 12,17 persen atau 210 poin ke level 1935. Pengamat Pasar Modal, Satrio Utomo mengapresiasi, kenaikan saham tersebut. Menurutnya, dengan kenaikan signifikan itu, maka saham Antam menjadi stabil, terutama setelah mengalami penurunan di awal tahun 2022 ini.
Atas dasar itu, menurut Satrio, saat ini merupakan waktu yang menarik dan tepat untuk berinvestasi saham Antam . Stabilitas saham ini menurutnya, merupakan peluang bagi investor untuk memiliki saham Antam, karena memiliki prospek yang positif.
"Kalau invesment saham Antam sekarang menarik, terutama setelah kemarin ada kenaikan cukup tinggi sampai 1900,” kata Satrio.
Baca Juga: Pantau Saham Pilihan Hari Ini Saat IHSG Diprediksi Bergerak di Kisaran 6.606-6.743
Satrio menilai, dengan harga saham yang terjadi kenaikan, ditambah kinerja perusahaan yang positif, hal itu menjadi nilai plus, terutama dalam menganalisis fundamental perusahaan. Fundamental ini didapat dengan melihat price to earning ratio (PER) dan price to book value-nya (PBV).
Atas dasar itu, menurut Satrio, saat ini merupakan waktu yang menarik dan tepat untuk berinvestasi saham Antam . Stabilitas saham ini menurutnya, merupakan peluang bagi investor untuk memiliki saham Antam, karena memiliki prospek yang positif.
"Kalau invesment saham Antam sekarang menarik, terutama setelah kemarin ada kenaikan cukup tinggi sampai 1900,” kata Satrio.
Baca Juga: Pantau Saham Pilihan Hari Ini Saat IHSG Diprediksi Bergerak di Kisaran 6.606-6.743
Satrio menilai, dengan harga saham yang terjadi kenaikan, ditambah kinerja perusahaan yang positif, hal itu menjadi nilai plus, terutama dalam menganalisis fundamental perusahaan. Fundamental ini didapat dengan melihat price to earning ratio (PER) dan price to book value-nya (PBV).
Lihat Juga :