Perlahan Tapi Pasti, GMF Aero Asia Mendapatkan Angin Segar Tahun Ini
Rabu, 26 Januari 2022 - 16:26 WIB
loading...
A
A
A
Perseroan juga berhasil mengembangkan kapabilitas perawatan line maintenance untuk perawatan pesawat Boeing 787 milik maskapai asal Jepang, dari semula bersifat assist menjadi full release. Dipercayanya GMFI oleh sejumlah maskapai, baik domestik maupun asing yang tersebar di benua Asia, Eropa, dan Amerika juga turut memperbesar persentase porsi pendapatan dari segmen non-afiliasi sekitar 8% dibandingkan tahun 2020 lalu.
Lebih lanjut, GMFI juga berpeluang untuk bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dalam menghadirkan layanan MRO berstandar global di Bandara Kertajati, Majalengka.
“Potensi pendapatan GMFI dari luar Garuda mulai membaik sebagai strategi diversifikasi manajemen. Tinggal maksimalkan efisiensi bisnis mengingat masa pandemi Covid masih belum berakhir,” kata Nafan.
Ketiga, di tengah situasi Covid-19 yang memukul industri penerbangan ini, perseroan berhasil melakukan penghematan yang efektif.
Sampai dengan kuartal III 2021, GMFI membukukan pendapatan sebesar USD165,37 juta atau turun 13,78% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, perseroan berhasil memangkas beban-beban perusahaan hingga September 2021.
Alhasil, GMFI berhasil menekan rugi usahanya menjadi USD27,68 juta. Padahal, periode yang sama tahun sebelumnya rugi usaha perusahaan sebsar USD178,16 juta. Dengan begitu, perusahaan semakin memperkecil rugi bersih yang dideritanya menjadi USD38,94 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD160,60 juta.
“Meskipun pendapatan 9M2021 tidak terlalu jauh berbeda dengan 9M2020 namun dari sisi kerugian bersih bisa turun sangat signifikan,” ujar Kepala Riset Praus Capital Marolop Alfred Nainggolan.
Lebih lanjut, GMFI juga berpeluang untuk bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dalam menghadirkan layanan MRO berstandar global di Bandara Kertajati, Majalengka.
“Potensi pendapatan GMFI dari luar Garuda mulai membaik sebagai strategi diversifikasi manajemen. Tinggal maksimalkan efisiensi bisnis mengingat masa pandemi Covid masih belum berakhir,” kata Nafan.
Ketiga, di tengah situasi Covid-19 yang memukul industri penerbangan ini, perseroan berhasil melakukan penghematan yang efektif.
Sampai dengan kuartal III 2021, GMFI membukukan pendapatan sebesar USD165,37 juta atau turun 13,78% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, perseroan berhasil memangkas beban-beban perusahaan hingga September 2021.
Alhasil, GMFI berhasil menekan rugi usahanya menjadi USD27,68 juta. Padahal, periode yang sama tahun sebelumnya rugi usaha perusahaan sebsar USD178,16 juta. Dengan begitu, perusahaan semakin memperkecil rugi bersih yang dideritanya menjadi USD38,94 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD160,60 juta.
“Meskipun pendapatan 9M2021 tidak terlalu jauh berbeda dengan 9M2020 namun dari sisi kerugian bersih bisa turun sangat signifikan,” ujar Kepala Riset Praus Capital Marolop Alfred Nainggolan.
Lihat Juga :