Lindungi Konsumen, Label BPA Perlu Dukungan Banyak Pihak

Rabu, 26 Januari 2022 - 21:54 WIB
loading...
Lindungi Konsumen, Label...
Kebijakan pelabelan BPA perlu dukungan banyak pihak. FOTO/Getty Image
A A A
JAKARTA - Lembaga riset produk konsumen, FMCG Insights meminta agar semua pihak mendukung Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam perumusan aturan labelisasi risiko bahan kimia Bisfenol-A (BPA). Kebijakan yang akan diberlakukan pada galon industri air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia. Terutama dalam hal ini, insntasni terkait baik itu Kementerian Kesehatan maupun Kementerian Perindustrian.

"Semestinya, Kemenkes yang paling terdepan dalam mendukung BPOM dalam penerapan labelisasi galon industri AMDK," kata Achmad Haris selaku public campaigner dari FMCG Insights, di Jakarta, Rabu (26/1/2022).

Baca Juga: Lindungi Konsumen, Industri Wajib Patuhi Label BPA dari BPOM

Menurut dia kebijakan BPOM terkait pelabelan BPA tepat. Hal itu merujuk pada Undang-Undang Perlindungan Konsumen di mana produsen yakni Industri AMDK mempunyai kewajiban untuk memberikan informasi secara detail dan transparan mengenai suatu produk.

Tidak hanya itu, pelabelan tersebut juga untuk memastikan bahwa setiap produk dipastikan aman sebelum didistribusikan. Tujuannya untuk memastikan kesehatan dan memberikan nilai edukasi kesehatan masyarakat.

"Kebijakan tersebut pada dasarnya telah diterapkan di sejumlah negara maju, di mana peluruhan zat BPA selama kurun waktu tertentu berpotensi menimbulkan penyakit serius," kata dia.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) pun turut berkomentar terkait Kementerian Perindustrian yang menolak pelabelan galon industri air minum dalam kemasan (AMDK) tersebut. Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi beranggapan bahwa Kemenperin dianggap paling terdepan mengganjal aturan BPA yang tengah dirumuskan BPOM dengan melindungi pertumbuhan ekonomi sektor industri makanan dan minuman tanah air.

Padahal aturan itu dibuat untuk memberikan perlindungan kepada konsumen dari luruhan kandungan zat BPA yang berdampak negatif pada kesehatan dalam kurun waktu tertentu. Tulus yakin, pemberlakuan pelabelan risiko BPA galon industri AMDK tidak memberikan dampak signifikan pada perekonomian dalam negeri.

Baca Juga: Kepala BPOM: Revisi Aturan Label BPA Free dalam Tahap Harmonisasi

Sebaliknya, konsumen semakin loyal di saat produsen menerapkan aturan yang memberikan perlindungan kepada konsumen. Apalagi dalam penerapannya akan masa transisi sehingga perusahaan pun bisa bersiap diri dalam menyiapkan infrastruktur. "Baru setelah dirasakan siap, pemerintah akan sepenuhnya menerapkan aturan ini," kata dia.

Dia mengatakan bahwa tujuannya untuk memastikan kesehatan dan memberikan nilai edukasi kesehatan masyarakat. Artinya, konsumen sepenuhnya akan memahami produk yang dikonsumsi berdasarkan informasi diberikan produsen.

Terlebih, informasi tersebut menyangkut masalah kesehatan saat konsumen terpapar peluruhan kandungan BPA dalam kurun waktu tertentu. "Sehingga, konsumen bisa menentukan apakah tetap mengonsumsi produk tersebut ataukah tidak," jelasnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Geopolitik Global Bergejolak,...
Geopolitik Global Bergejolak, GP Farmasi Indonesia Perkuat Ketahanan Industri Farmasi
YLKI Beri Jempol! Satgas...
YLKI Beri Jempol! Satgas Ramadan dan Idulfitri Pertamina Jaga Pasokan BBM dan LPG
Kolaborasi Strategis...
Kolaborasi Strategis GAPMMI dan BPOM Wujudkan Transformasi Industri Pangan Nasional
Isu Bahaya Galon Guna...
Isu Bahaya Galon Guna Ulang Dinilai Berpotensi Rugikan Pelaku UMKM
Label Depan Kemasan...
Label Depan Kemasan dan Cukai MBDK Strategi Tepat Lindungi Konsumen
Sinergi PNM dan BPOM...
Sinergi PNM dan BPOM Mempercepat Pertumbuhan Kualitas UMKM Pangan
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
Jamu Aman Bebas Bahan...
Jamu Aman Bebas Bahan Kimia Obat Jadi Kunci Jaga Warisan Budaya Indonesia
BPOM Tegaskan Peraturan...
BPOM Tegaskan Peraturan BPOM No 5/2026 Bukan Soal Penempatan Apoteker
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Meksiko...
Piala Dunia 2026: Meksiko Bidik Start Sempurna, Afrika Selatan Jadi Korban Pertama?
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Berita Terkini
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved