SiCepat Resmikan Program Bina Desa Konservasi Lahan Kritis di Cibiru Wetan

Jum'at, 28 Januari 2022 - 22:24 WIB
loading...
SiCepat Resmikan Program Bina Desa Konservasi Lahan Kritis di Cibiru Wetan
SiCepat Ekspres bersama dengan Wakil Gubernur Jawa Barat H. Uu Ruzhanul Ulum dan Baim Wong melakukan penanaman pohon di Desa Cibiru Wetan, Kabupaten Bandung. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Menutup rangkaian kolaborasi bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat dalam penanganan lahan kritis, SiCepat Ekspres resmikan program Bina Desa Konservasi Lahan Kritis di Desa Cibiru Wetan, RT 05 RW 03, Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Program ini diresmikan pada hari Kamis, 27 Januari 2022. Sebelumnya, SiCepat Ekspres telah berkolaborasi bersama Dishut Jawa Barat dala mendukung terselenggaranya kegiatan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) pada 28 November 2021 lalu, serta kegiatan penanaman 20.000 bibit pohon Cemara Udang di Pesisir Pantai Pangandaran pada Sabtu (22/01/2021).

Baca juga: Peruri Bangun Instalasi Pengolahan Air di Karawang

Peresmian ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Uu Ruzhanul Ulum, Asep Kusumah, S.Sos, M.Si selaku Kadis Lingkungan Hidup Kab. Bandung beserta jajaran Pemerintahan Provinsi Jawa Barat lainnya. Kemudian, Baim Wong selaku Brand Ambassador SiCepat Ekspres juga turut hadir dan berpartisipasi dalam peresmian program Bina Desa Konservasi Lahan Kritis di Desa Cibiru Wetan.

SiCepat Ekspres sebagai perusahaan logistik pertama yang berkolaborasi bersama Pemerintahan Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat dalam membuat program Bina Desa Konservasi Lahan Kritis. Program ini merupakan pilot project pengembangan ekonomi hijau berkelanjutan dengan memberikan bantuan berupa 4.000 bibit pohon, buah, kayu-kayuan, dan bibit hewan ternak domba sebanyak 200 ekor untuk dimanfaatkan oleh kelompok tani hutan yang akan dikelola dengan proyeksi lahan 10 hektar lahan kritis di Kawasan desa cibiru wetan, kab. Bandung.

“Mengantisipasi bencana alam yang berpotensi terjadi akibat hutan yang gundul dan lahan kritis, Pemerintah Jawa Barat mencanangkan program 50 juta pohon untuk melestarikan alam yang kita miliki saat ini. Hari ini, bersama SiCepat Ekspres yang mendukung pemerintah untuk program reboisasi dapat dilihat sebagai wujud kepedulian lingkungan yang tidak hanya berbentuk ceremonial saja, melainkan langsung melakukan penanaman,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat H. Uu Ruzhanul, dalam keterangannnya, Jumat (28/1/2022).

Ir. H. Epi Kustiawan, M.P., Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, memaparkan bahwa rangkaian kegiatan tanam dan pelihara pohon dalam rangka rehabilitasi hutan dan lahan sesuai dengan surat edaran Pak Gubernur pada tahun 2021, sebanyak 50 juta pohon telah mencapai target, bahkan mencapai 54 juta pohon. Hal ini dapat terwujud berkat kerja sama antara Pemerintahan, Polri/TNI, sekolah, komunitas, dan perusahaan yang telah berkolaborasi.





“Acara Bina Desa Konservasi pada hari ini merupakan kolaborasi Dishut Jabar bersama SiCepat Ekspres dengan melakukan penanaman pohon di lahan seluas 10 hektar dan penyediaan 200 ekor domba. Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi kepada SiCepat yang telah berkontribusi dalam kegiatan pemulihan lahan kritis di Jawa Barat bersama Dishut Jawa Barat. Kedepannya, pencanangan Gerakan Tanam dan Pelihara Pohon ini dapat mencapai target sebanyak 20 juta pohon, sehingga di waktu yang akan datang bisa mencapai 30 hingga 100 juta pohon,” tutur Ir. H. Epi.

Wiwin Dewi Herawati, CMCCO SiCepat Ekspres, menjelaskan program ini merupakan bentuk nyata keseriusan SiCepat Ekspres dalam mendukung upaya pelestarian khususnya di daerah aliran sungai yang merupakan lahan kritis rawan longsor. Partisipasi SiCepat dalam kolaborasi ini bukan hanya mempertimbangkan dampak lingkungan saja, melainkan kita juga bersama-sama memberdayakan masyarakat sekitar.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1486 seconds (10.55#12.26)