Elon Musk: Robot Akan Menjadi Bisnis yang Lebih Besar dari Mobil Tesla

Senin, 31 Januari 2022 - 11:26 WIB
loading...
Elon Musk: Robot Akan...
Orang terkaya di dunia, Elon Musk mengatakan, kepada investor Tesla bahwa rencana produksi robot yang baru saja dimulai memliki potensi lebih besar daripada bisnis mobil Tesla ke depannya. Foto/Dok
A A A
CALIFORNIA - Elon Musk kerap memiliki ambisi bisnis baru setiap tahunnya dan sepertinya pada 2022 kemungkinan hal itu adalah robot . Orang terkaya di dunia itu mengatakan, kepada investor Tesla bahwa rencana produksi robot yang baru saja dimulai memliki potensi lebih besar daripada bisnis mobil Tesla ke depannya.

Musk juga menerangkan, hal ini menjadi langkang terpenting yang dikerjakan Tesla tahun ini. Robot yang dimaksud, merupakan bagian dari proyek yang dijuluki Optimus dan sempat dipreview tahun lalu dan pertunjukan itu menjadi meme internet yang populer.

Baca Juga: Elon Musk Ejek Presiden Amerika karena Tak Diundang ke Gedung Putih

Tesla Bot, akan menggunakan sistem kecerdasan buatan (AI) yakni teknologi sama yang membantu memberi daya pada kendaraan Tesla, kata Musk pada acara Agustus lalu. Meski begitu sejauh ini belum ada prototipe yang dibuat.

Dia juga mengatakan robot 5ft 8in yang belum dibangun itu akan memiliki layar di "wajahnya" dan dapat mengangkat beban 150lb dan melakukan perjalanan sekitar 5mph.

Kekurangan Tenaga Kerja

Minggu ini, Musk mengatakan kepada investor bahwa aplikasi pertama robot humanoid akan berada di pabrik Tesla yang berperan memindahkan beberapa komponen di sekitar pabrik, atau sesuatu seperti itu. Tetapi di masa depan, Musk melihatnya akan membantu menyelesaikan kekurangan tenaga kerja.

Elon Musk: Robot Akan Menjadi Bisnis yang Lebih Besar dari Mobil Tesla


Dan awal pekan ini, dalam tweeted-nya Musk menuliskan: "Tesla AI mungkin memainkan peran dalam AGI (kecerdasan umum buatan), mengingat bahwa itu membuatnya bisa melawan dunia luar, terutama dengan munculnya Optimus".

Melihat kicauannya, AGI seperti mengacu pada kemampuan mesin untuk mempelajari atau memahami tugas-tugas yang saat ini dilakukan oleh manusia. Sementara, Musk sebelumnya telah memperingatkan AI berisiko membunuh peradaban manusia.

Dan dalam kicuan Twitter yang sama, ia menambahkan: "Kontrol robot yang terdesentralisasi akan sangat penting."

Kecerdasan Sempit

Profesor of robot ethics dari University of West England, Alan Winfield mengatakan: "AGI merupakan masalah yang sangat sulit.

"Gagasan bahwa Anda dapat memecahkan AGI karena Anda telah menciptakan kendaraan tanpa pengemudi tidak masuk akal. Bahkan jika mobil itu mampu berjalan sendiri, itu tidak akan menjadi AGI - itu akan menjadi intelijen sempit yang berfungsi tinggi," ucap Alan.

"Google dan Facebook telah mempekerjakan beberapa orang AI terbaik di dunia dan gagasan bahwa Musk dapat masuk dan memecahkan masalah adalah hubristik secara ekstrem."

Musk sendiri memang menyukai tantangan, mulai dari mobil otonom hingga perjalanan ke Mars, dan beberapa di antaranya membuahkan keberhasilan. Misalnya, Roket SpaceX yang dapat digunakan kembali secara luas dianggap mewakili langkah besar ke depan untuk penerbangan ruang angkasa.

Tetapi upaya sebelumnya untuk menciptakan robot humanoid secara massal dengan biaya yang hemat telah menemui kegagalan. Pada bulan Juni, konglomerat Jepang Softbank mengumumkan produksi Pepper, humanoid kecil yang ramah, namun proyek itu telah dihentikan dan akan mulai lagi hanya ketika robot dibutuhkan. Dimana sangat mengecewakan karena hanya komunitas akademis yang menggunakannya.

Sementara itu menurut Federasi Robotika Internasional, menerangkan bahwa semakin banyak robot yang digunakan pada pabrik-pabrik di seluruh dunia, dengan rata-rata saat ini 126 robot per 10.000 karyawan di industri manufaktur.

Dikutip dari BBC, banyak yang skeptis tentang rencana Musk. Insinyur perangkat lunak Accel Robotics, Filip Piekniewski dalam tweeted-nya: "Siapa pun yang berpikir Tesla benar-benar membangun robot humanoid hidup dalam realitas alternatif.

"Pangkalan Mars lebih mungkin daripada bot."

Dan profesor robotika kognitif Tony Prescott, di University of Sheffield, mengatakan kepada BBC News, bahwa Musk akan menghadapi banyak tantangan. "Jika digunakan di pabrik, maka robot berbasis roda akan jauh lebih mudah dibangun dan tidak memiliki masalah keseimbangan tetapi kemudian itu tidak akan menjadi humanoid," katanya.

Masalah Penelitian

Menjaga robot tetap tegak akan menjadi salah satu masalah terbesar, kata Prof Prescott, bersamaan dengan menciptakan tangan dan segala bentuk koordinasi tangan ke mata. "Ini adalah masalah penelitian mendasar yang perlu Anda selesaikan," katanya.

Dan bahkan robot seperti Atlas, yang dirancang oleh Boston Dynamics dan dianggap sebagai salah satu bot humanoid paling canggih yang tersedia "akan melekat pada langit-langit (ungkapan) ketika tidak membuat video".

"Mobil Tesla, memang adalah robot - tetapi mereka merupakan bentuk yang jauh lebih sederhana, jadi ini akan dimulai dari awal," tambah Prof Prescott.

Baca Juga: Hartanya Raib Rp350 Triliun Sehari, Elon Musk Tetap Paling Tajir Sedunia

Prof Winfield setuju dengan Musk pada satu hal. "Satu-satunya kebenaran yang didapatkan dari Musk yakni bahwa jalan menuju AGI adalah melalui robot fisik," katanya.

"Kecerdasan kita sendiri didasarkan pada dunia nyata."

Fokus robotika baru bos Tesla mungkin mengecewakan beberapa pelanggan, dimana Musk juga mengatakan perusahaan tidak akan memperkenalkan model mobil baru pada tahun 2022.

Dan dia memiliki sejarah membuat janji yang agak ambisius. Pada 2019, Musk sempat mengatakan Tesla akan memiliki satu juta taksi robot di jalan pada akhir 2020.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Musk Menjadi Orang Pertama...
Musk Menjadi Orang Pertama Sejagat dengan Harta Kekayaan Tembus Rp14.179 Triliun
Pulihkan Pemadaman Internet...
Pulihkan Pemadaman Internet Iran, Trump Bakal Libatkan Orang Terkaya Dunia
500 Orang Terkaya Dunia...
500 Orang Terkaya Dunia Makin Tajir di 2025, Tumpuk Harta Rp36.000 Triliun dalam Setahun
Kekayaan Elon Musk Cetak...
Kekayaan Elon Musk Cetak Rekor Berkat Valuasi SpaceX, Tembus Rp10.653 Triliun
Elon Musk Kembali ke...
Elon Musk Kembali ke Gedung Putih Makan Malam Bareng MBS, Akhiri Perang dengan Trump?
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Rekomendasi
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Berita Terkini
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Infografis
Rencana AS Keluar dari...
Rencana AS Keluar dari NATO dan PBB Didukung Elon Musk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved