Sri Mulyani Minta Bank Genjot Kredit demi Pemulihan Ekonomi
Rabu, 02 Februari 2022 - 11:05 WIB
loading...
Sri Mulyani meminta perbankan gencar menyalurkan kredit demi keberlanjutan pemulihan ekonomi. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selaku Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) meminta agar perbankan semakin gencar dalam menyalurkan kreditnya . Dengan demikian, momentum pemulihan ekonomi bisa berlanjut.
Baca juga: Titah Sri Mulyani: Pemerintah dan Perbankan Harus Harmonis Jaga Pemulihan Ekonomi
"KSSK sesuai dengan kewenangan masing-masing akan terus implementasikan kebijakan dalam rangka kasih keyakinan perbankan salurkan kredit dan pembiayaan, menjaga kinerja perbankan dan masyarakat terhadap industri perbankan," ujar Sri dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Rabu(2/2/2022).
Salah satunya, sambung Sri, adalah dengan implementasi penjaminan kredit. Penjaminan ini telah dimulai sejak tahun 2020 dan dilanjutkan pada 2021, khususnya untuk korporasi.
"Kalibrasi tersebut mencakup pelonggaran kriteria sehingga lebih akomodatif, lebih fleksibel dan mencakup lebih banyak korporasi yang terima lebih banyak penjaminan," ungkap Sri.
Selain itu, dia mengatakan bahwa pemerintah juga melakukan penempatan dana di perbankan. Sehingga, memberikan efek berkelanjutan kepada penyaluran kredit sampai Rp458,2 triliun ke 5,49 juta debitur hingg 17 Desember 2021.
Baca juga: Ingin Raih Mahkota Miss Indonesia? Simak Bocoran dari Carla Yules Berikut Ini
"Dukungan KSSK terhadap sektor perbankan merupakan bagian dari paket kebijakan di dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi melalui intermediasi perbankan," pungkasnya.
Baca juga: Titah Sri Mulyani: Pemerintah dan Perbankan Harus Harmonis Jaga Pemulihan Ekonomi
"KSSK sesuai dengan kewenangan masing-masing akan terus implementasikan kebijakan dalam rangka kasih keyakinan perbankan salurkan kredit dan pembiayaan, menjaga kinerja perbankan dan masyarakat terhadap industri perbankan," ujar Sri dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Rabu(2/2/2022).
Salah satunya, sambung Sri, adalah dengan implementasi penjaminan kredit. Penjaminan ini telah dimulai sejak tahun 2020 dan dilanjutkan pada 2021, khususnya untuk korporasi.
"Kalibrasi tersebut mencakup pelonggaran kriteria sehingga lebih akomodatif, lebih fleksibel dan mencakup lebih banyak korporasi yang terima lebih banyak penjaminan," ungkap Sri.
Selain itu, dia mengatakan bahwa pemerintah juga melakukan penempatan dana di perbankan. Sehingga, memberikan efek berkelanjutan kepada penyaluran kredit sampai Rp458,2 triliun ke 5,49 juta debitur hingg 17 Desember 2021.
Baca juga: Ingin Raih Mahkota Miss Indonesia? Simak Bocoran dari Carla Yules Berikut Ini
"Dukungan KSSK terhadap sektor perbankan merupakan bagian dari paket kebijakan di dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi melalui intermediasi perbankan," pungkasnya.
(uka)
Lihat Juga :