Ini Alasan Erick Pangkas Jumlah Direksi Pertamina

Jum'at, 12 Juni 2020 - 14:15 WIB
loading...
Ini Alasan Erick Pangkas...
Menteri BUMN Erick Thohir saat memberikan penjelasan terkait perombakan manajemen PT Pertamina (Persero) di kantornya, Jakarta, Jumat (12/6/2020). Foto/Rina Anggraeni
A A A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) hari ini merombak jajaran direksi PT Pertamina (Persero) . Tak hanya iu, pemegang saham juga memangkas habis jumlah direksi dari 11 menjadi hanya enam direksi saja.

Seusai RUPS, Menteri BUMN Erick Thohir memberikan penjelasan mengenai langkah pemangkasan direksi ini. Dia mengatakan, hal itu dilakukan untuk memfokuskan startegi bisnis dari Pertamina.

"Rencana besar kita konsisten. Pertama, kita mau memastikan semua BUMN fokus bisnisnya," tegas Erick di Kantornya, Jakarta, Jumat (12/6/2020).

(Baca Juga: Erick Thohir Mau Pangkas BUMN hingga Tinggal 70 Perusahaan)

Selanjutnya, kata dia, Kementerian BUMN akan bmembentuk subholding. Adapun subholding ini tidak boleh memiliki banyak direksi Pertamina agar induk usaha lebih fokus dalam menjalankan bisnisnya.

"Nah, yang di holding itu direksinya itu harus enam. Enggak boleh kebanyakan. Karena ada dirut ada finance, human capital, ada juga corporate sevices. Itu peran holding. Tapi di subholding digabungkan unit Pertamina jadi satu kesatuan fokus bisnis," paparnya.

Erick menambahkan, dengan adanya perampingan direksi, Pertamina sebagai ini BUMN diharapkan dapat membangun bisnisnya dengan lebih baik lagi.

"Kami bersama direksi dan komisaris dan tim independen (membahas) soal perubahan ini ingin memajukan Pertamina lebih baik lagi," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Rekomendasi
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved